Kampung Adat Nggela: Simbol Kekuatan Budaya Lokal Ende

  • 20 Jun 2024 23:38 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang: Kampung Adat Nggela Ende terletak di Desa Nggela, Kecamatan Wolojita, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Berjarak 72 km dari pusat kota Ende dengan akses jalan yang rusak.

Perkampungan Adat Nggela ini sebagai mosaik jaman megalitik terletak di kaki gunung Kelibara yang dibangun sejak ratusan tahun silam yang memiliki 17 Mosalaki atau pemangku adat.

Namun sayangnya bangunan tersebut sudah musnah pada peristiwa tragis kebakaran yang menimpa barisan rumah adat ini sekitar tahun 2018 sehingga mereka membangun kembali bangunan yang baru tetapi tetap mempertahankan keaslian rumah adatnya.

Kampung adat Nggela terdiri dari 14 Sa’o atau rumah adat suku dan rumah pendukung (Poa Paso) serta rumah warga yang konstruksinya rumah panggung.

Kampung adat ini kental dengan nuansa magis. Kalau ingin berjalan-jalan keliling kampung, Anda sebaiknya didampingi masyarakat setempat sebagai pemandu.

Elemen-elemen pembentuk fisik yang berada di pemukiman adat Nggela terpengaruh dari orientasi pemukiman yang berkonsep Ulu-Eko yaitu membentang utara dan selatan yang mengarah ke Gunung Lepembusu yang merupakan asal dari nenek moyang.

Sistem kekerabatan di sini berdasarkan orang bermukim, dimana orang pertama bermukim merupakan mosalaki pemimpin yang mengijinkan penduduk pendatang bermukim di pemukiman adat Nggela dengan pertimbangan kekerabatan dan memberi tugas untuk setiap ritualnya.

Pemukiman adat di Desa Nggela memiliki empat Bhisu atau pembagian zona yang sesuai dengan sejarah kedatangan nenek moyang di awal terbentuknya pemukiman adat ini.

Empat Bhisu ini adalah periode I (Bhisu Deko Ghele merupakan tingkat yang tinggi karena berada pada wilayah yang di percaya merupakan asal nenek moyang), periode II (Bhisu One), periode III (Bhisu Mbiri), Periode IV (Bhisu Embulaka) dengan pusat kegiatan upacara adat dilakukan di atas Kanga Ria/mezbah adat yang berada di tengah-tengah pemukiman adat ini.

Sistem kekerabatan orang asli dan pendatang berpengaruh dengan letak dimana tempat tinggal dan menjalankan ritual. Sehingga orientasi dan arah hadap pemukiman dipengaruhi oleh Bhisu-Bhisu yang ada di pemukiman adat Nggela.

Penduduk adat Nggela rata-rata bertani dan berkebun yang lahannya berada disekitar pemukiman adat Nggela. Dari hasil pertanian dan perkebunan ini berpengaruh terhadap rumah adat yakni bahan untuk membangun rumah adat di ambil dari hasil kebun. Seperti alang-alang untuk atap, ndawa atau bambu dan kayu tiang. (Daten)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....