Pemandu Lokal, Kunci Pariwisata Makin Atraktif, Dongkrak Daya Tarik
- 05 Okt 2026 07:30 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Keberadaan pemandu wisata lokal dinilai memiliki peran penting dalam membuat pariwisata Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kabupaten Kupang, semakin atraktif dan bernilai. Pemandu tidak hanya bertugas mengantar wisatawan ke destinasi, tetapi juga menjadi penghubung antara wisatawan dengan cerita, budaya, sejarah, serta kehidupan masyarakat yang berada di balik sebuah objek wisata.
Hal tersebut disampaikan Rilla Anastasia Solo, pemandu wisata lokal asal Kabupaten Kupang sekaligus peserta terbaik dalam pelatihan pemandu wisata lokal Kabupaten Kupang. Dalam wawancara bersama RRI pada Sabtu, 3 Oktober 2026, menurut Rilla, pariwisata tidak semata-mata soal keindahan alam dan aktivitas berfoto, melainkan juga tentang manusia dan kebudayaan yang hidup di dalamnya.
“Saya melihat pariwisata itu bukan saja sebagai tempat di mana kita bisa pergi berfoto-foto, tapi mengandung banyak sekali nilai-nilai budaya di sana,” ujar Calon Vikaris GMIT ini. Ia mencontohkan kawasan Oenik di Kecamatan Fatuleu yang selama ini lebih dikenal sebagai tempat pemandian, padahal memiliki cerita dan nilai sejarah yang dapat memperkaya pengalaman wisatawan.
Rilla menceritakan, keberadaan sumber mata air tersebut berkaitan dengan pohon Sanaplo yang berada di kawasan hutan Camplong, sehingga cerita mengenai asal-usul tempat menjadi bagian penting yang dapat disampaikan pemandu kepada wisatawan. “Kami sebagai pemandu wisata lokal adalah orang-orang yang hadir dan tinggal di tempat itu. Jadi kami tidak hanya terlihat di media sosial, tapi kami menghidupi nilai-nilai itu,” katanya.
Menurutnya, kehadiran pemandu lokal mampu mengubah pengalaman wisata yang sebelumnya hanya mengandalkan pemandangan menjadi perjalanan yang lebih hidup dan bermakna. Wisatawan tidak sekadar melihat savana, pantai, gunung atau sumber mata air, tetapi juga mendapatkan penjelasan mengenai asal-usul, budaya, kehidupan masyarakat dan nilai yang membuat sebuah destinasi memiliki keunikan tersendiri.
“Wajah dari pariwisata itu akan nampak ketika ada seorang tour guide yang mampu memberi visualisasi yang utuh dari sebuah tempat wisata,” ucapnya. Peran tersebut juga menjadi semakin penting di tengah masifnya promosi destinasi melalui media sosial.
Konten dari travel enthusiast dapat menjadi pintu masuk bagi wisatawan, tetapi pemandu lokal memiliki keunggulan karena memahami destinasi secara lebih dekat dan dapat mendampingi wisatawan sejak tiba hingga menyelesaikan perjalanan. Dengan kemampuan komunikasi, pengetahuan dan hospitality yang baik, pemandu lokal dapat membuat perjalanan terasa lebih nyaman sekaligus memberikan nilai tambah bagi destinasi.
Di Kabupaten Kupang sendiri, pelatihan pemandu wisata lokal yang diikutinya menghasilkan sekitar 20 pemandu dengan latar belakang beragam, mulai dari mahasiswa, pelajar hingga masyarakat dari berbagai bidang. Dirinya menilai keberagaman tersebut menunjukkan bahwa profesi pemandu wisata dapat menjadi ruang bagi anak muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membuka peluang ekonomi, termasuk sebagai pekerjaan lepas.
“Anak-anak muda itu kalau disatukan mereka jadi lebih kuat,” ujarnya. Rilla berharap pemerintah, pelaku usaha perjalanan dan masyarakat dapat bersama-sama membangun ekosistem pemandu wisata lokal agar potensi pariwisata Kabupaten Kupang tidak berhenti sebagai destinasi yang indah secara visual, tetapi berkembang menjadi pengalaman wisata yang atraktif, berbudaya dan berkelanjutan.
Ia menegaskan, jika pemandu lokal diberi ruang, difasilitasi dan terus ditingkatkan kapasitasnya, mereka dapat menjadi garda terdepan yang memperkenalkan identitas NTT kepada wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Kalau misalnya tour guide itu didampingi, diberikan kemampuan, difasilitasi dengan baik, biarkan mereka ada di garda terdepan dan mereka akan memastikan bahwa orang-orang yang datang itu akan puas untuk kembali lagi datang ke NTT,” tuturnya. Pada akhirnya, keberadaan pemandu wisata lokal merupakan kunci agar pemuda daerah tidak sekadar menjadi penonton di tengah perkembangan pariwisata tanah air.
Dengan narasi yang hidup dan pelayanan yang hangat, pemandu lokal akan terus mempertegas identitas NTT sebagai destinasi yang kaya akan keindahan alam serta nilai kemanusiaan. (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....