Budaya Rote Menyapa Dunia dari Panggung NIHI Rote

  • 17 Sep 2026 12:39 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Rote - Budaya Rote terus diperkenalkan kepada wisatawan melalui berbagai kegiatan di NIHI Rote. Salah satunya lewat penampilan tarian adat Rote yang dibawakan siswa SMK Negeri 1 Rote Barat.

Para siswa tampil dalam kegiatan penyambutan wisatawan dengan diiringi gong Rote yang disiapkan pihak sekolah. Penampilan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk membawa budaya Rote hadir di tengah wisatawan dari berbagai daerah dan negara.

Kepala SMK Negeri 1 Rote Barat, Oniesimus Ndun, mengatakan keterlibatan siswa memberi pengalaman langsung tentang dunia pariwisata. Mereka tidak hanya belajar di sekolah, tetapi juga berinteraksi dengan wisatawan melalui budaya.

“Anak-anak merasa senang. Mereka mendapatkan kepercayaan untuk menerima dan menyambut tamu di hotel,” ujar Oniesimus saat dihubungi wartawan, Kamis, 10 September 2026.

Menurut Oniesimus, penampilan tarian dilakukan sekitar empat kali dalam sebulan sesuai agenda di NIHI Rote. Tarian tradisional Rote juga menjadi salah satu penampilan yang menarik perhatian wisatawan asing.

“Biasanya tergantung request tamu. Kebanyakan yang ditampilkan adalah tarian tradisional Rote,” ucapnya.

Salah satu siswa, Resa E. Nggadas, mengatakan kesempatan tampil membuat dirinya bangga karena dapat memperkenalkan budaya Rote secara langsung. Siswa Kelas XI Jurusan Perhotelan itu menilai pengalaman tersebut tidak hanya menambah kepercayaan diri, tetapi juga memperluas pengetahuannya tentang wisatawan.

“Biasanya kami menari empat kali dalam sebulan. Dalam acara menari ini dibarengi dengan bunyi gong Rote yang disiapkan SMK Rote Barat,” ungkap Resa, Jumat, 11 September 2026.

Resa mengatakan wisatawan menunjukkan antusiasme saat menyaksikan tarian tradisional Rote. Bahkan, beberapa wisatawan mengajak para siswa berfoto setelah pertunjukan selesai.

“Mereka sangat senang karena merasa dispesialkan. Biasanya setelah kami selesai menari, ada juga tamu yang mengajak kami berfoto,” ujarnya.

Menurut Resa, keindahan alam bukan satu-satunya daya tarik Rote Ndao bagi wisatawan. Budaya Rote yang unik juga menjadi bagian dari pengalaman yang membuat wisatawan ingin mengenal daerah tersebut lebih jauh.

Bagi para siswa, tampil di hadapan wisatawan menjadi kesempatan untuk membawa identitas Rote lebih jauh. Mereka belajar bahwa budaya lokal dapat menjadi bagian penting dalam pengalaman pariwisata.

“Saya sangat bangga karena bisa menjadi bagian dari NIHI Rote yang bisa memperkenalkan budaya Rote yang indah kepada orang-orang yang belum tahu seperti apa itu budaya Rote,” kata Resa.

Ia berharap NIHI Rote terus berkembang dan semakin banyak wisatawan berkunjung ke Rote Ndao. Dengan semakin banyaknya wisatawan, budaya Rote juga memiliki ruang lebih luas untuk dikenal oleh masyarakat dari berbagai negara.

“Saya berharap NIHI Rote semakin berkembang, semakin jaya, dan tentunya bisa juga memperkenalkan budaya Rote yang sangat unik dan beragam,” ucapnya. (LA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....