Tarian Adat Jadi Jembatan Budaya dan Wisata di NIHI Rote
- 14 Sep 2026 07:28 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Rote: Pariwisata tidak hanya menghadirkan keindahan alam dan pengalaman menginap bagi wisatawan. Di Rote Ndao, pariwisata juga menjadi ruang perjumpaan antara wisatawan dengan budaya lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Hal itu terlihat di NIHI Rote ketika para siswa SMK Negeri 1 Rote Barat mendapat kesempatan menampilkan tarian adat Rote dalam kegiatan penyambutan wisatawan. Melalui tarian dan iringan gong Rote, para siswa membawa budaya lokal hadir di tengah pengalaman wisata para tamu.
Kepala SMK Negeri 1 Rote Barat, Oniesimus Ndun, mengatakan keterlibatan siswa dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman penting bagi mereka. Selain belajar tentang dunia pariwisata, para siswa juga mendapat kesempatan berinteraksi langsung dengan wisatawan.
“Anak-anak merasa senang. Mereka mendapatkan kepercayaan untuk menerima dan menyambut tamu di hotel. Bagi kami, ini juga menjadi pengalaman yang sangat baik bagi siswa,” ujar Oniesimus saat dihubungi wartawan, Kamis 10 Seotember 2026.
Menurutnya, penampilan tari biasanya dilakukan sekitar empat kali dalam sebulan. Kegiatan tersebut disesuaikan dengan agenda penyambutan tamu maupun acara tertentu di NIHI Rote.
“Biasanya tergantung request tamu. Kebanyakan yang ditampilkan adalah tarian tradisional Rote. Wisatawan asing lebih tertarik dengan tarian-tarian tradisional,” katanya.
Salah satu siswa yang terlibat, Resa E. Nggadas, siswa Kelas XI Jurusan Perhotelan SMK Negeri 1 Rote Barat, mengaku senang mendapat kesempatan tampil di hadapan wisatawan. Baginya, setiap pertunjukan memberikan pengalaman baru sekaligus kebanggaan karena dapat membawa budaya Rote kepada orang dari berbagai daerah dan negara.
“Biasanya kami menari empat kali dalam sebulan. Dalam acara menari ini dibarengi dengan bunyi gong Rote yang disiapkan SMK Rote Barat. Biasanya dalam rangka acara ulang tahun atau penyambutan tamu,” ungkap Resa kepada wartawan, Jumat 11 September 2026.
Resa mengatakan, para wisatawan menunjukkan antusiasme terhadap penampilan tari tradisional Rote. Setelah pertunjukan selesai, beberapa tamu bahkan mengajak para siswa berfoto bersama.
“Mereka sangat senang karena merasa dispesialkan. Biasanya setelah kami selesai menari, ada juga tamu yang mengajak kami berfoto. Ini tentunya saya sangat senang sekali,” ujarnya.
Bagi Resa, pertemuan dengan wisatawan menjadi pengalaman yang tidak diperoleh hanya melalui pembelajaran di kelas. Ia belajar tampil percaya diri, berkomunikasi dengan orang baru dan memahami bagaimana budaya lokal dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata.
“Di situ kami bisa bertemu dengan orang-orang hebat dan penting. Pengalaman yang saya dapat adalah bisa berdiri di depan banyak wisatawan penting,” katanya.
Resa menilai, keindahan alam bukan satu-satunya alasan wisatawan datang ke NIHI Rote. Suasana yang tenang serta keunikan budaya Rote juga menjadi daya tarik yang membuat wisatawan ingin mengenal lebih jauh daerah tersebut.
“Yang membuat tamu datang ke NIHI Rote itu karena pemandangan pantai yang indah, suasananya tenang, dan tentunya budaya Rote yang membuat tamu merasa ingin tahu seperti apa budaya Rote,” tandasnya.
Bagi para siswa, tarian adat yang ditampilkan bukan sekadar pertunjukan hiburan. Setiap gerakan menjadi cara sederhana untuk memperkenalkan identitas Rote kepada wisatawan sekaligus menjaga agar budaya lokal tetap hadir dalam perkembangan pariwisata.
“Saya sangat bangga karena bisa menjadi bagian dari NIHI Rote yang bisa memperkenalkan budaya Rote yang indah kepada orang-orang yang belum tahu seperti apa itu budaya Rote,” pungkas Resa.
Ia berharap NIHI Rote terus berkembang dan semakin banyak wisatawan datang ke Rote Ndao. Menurutnya, semakin banyak wisatawan yang datang, semakin besar pula kesempatan budaya Rote dikenal oleh masyarakat dari berbagai negara.
“Saya berharap NIHI Rote semakin berkembang, semakin jaya, dan tentunya bisa juga memperkenalkan budaya Rote yang sangat unik dan beragam,” harapnya.
Resa juga menyampaikan terima kasih kepada NIHI Rote yang telah memberikan kepercayaan kepada para siswa untuk menampilkan berbagai tarian adat Rote.
“Terima kasih kepada NIHI Rote yang telah mempercayai kami untuk menampilkan tarian-tarian adat Rote,” ucap Resa.
Di NIHI Rote, pertemuan antara wisatawan dan tarian adat menunjukkan bahwa pariwisata dapat menjadi jembatan bagi budaya lokal untuk dikenal lebih luas. Ketika generasi muda diberi ruang untuk tampil, mereka tidak hanya belajar menjadi bagian dari industri pariwisata, tetapi juga ikut membawa cerita dan identitas Rote kepada dunia. (LA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....