NIHI Rote Jadi Panggung Siswa Perkenalkan Budaya Lokal kepada Dunia

  • 14 Sep 2026 07:27 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Rote - Kehadiran NIHI Rote di Kabupaten Rote Ndao tidak hanya menjadi bagian dari perkembangan pariwisata daerah. Destinasi tersebut juga membuka ruang bagi generasi muda untuk memperkenalkan budaya lokal kepada wisatawan yang datang dari berbagai daerah dan negara.

Salah satu bentuknya terlihat dari keterlibatan siswa SMK Negeri 1 Rote Barat dalam kegiatan penyambutan tamu di NIHI Rote. Para siswa mendapat kesempatan menampilkan tarian adat Rote di hadapan wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Kepala SMK Negeri 1 Rote Barat, Oniesimus Ndun, mengatakan kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi para siswa. Menurutnya, siswa tidak hanya belajar tentang pelayanan pariwisata, tetapi juga mendapat kesempatan membawa budaya Rote ke hadapan wisatawan.

“Anak-anak merasa senang. Mereka mendapatkan kepercayaan untuk menerima dan menyambut tamu di hotel. Bagi kami, ini juga menjadi pengalaman yang sangat baik bagi siswa,” ujar Oniesimus.

Ia menjelaskan, penampilan tari biasanya dilakukan sekitar empat kali dalam sebulan sesuai dengan agenda di NIHI Rote. Kegiatan tersebut antara lain dilakukan saat penyambutan tamu maupun acara tertentu, dengan iringan gong Rote yang disiapkan oleh pihak sekolah.

Salah satu siswa yang terlibat, Resa E. Nggadas, siswa Kelas XI Jurusan Perhotelan SMK Negeri 1 Rote Barat, mengaku bangga mendapat kesempatan tampil di hadapan wisatawan.

“Biasanya kami menari empat kali dalam sebulan. Dalam acara menari ini dibarengi dengan bunyi gong Rote yang disiapkan SMK Rote Barat. Biasanya dalam rangka acara ulang tahun atau penyambutan tamu,” ucap Resa kepada wartawan, Jumat 11 September 2026.

Menurut Resa, wisatawan menunjukkan antusiasme terhadap penampilan tari tradisional Rote. Bahkan, setelah pertunjukan selesai, beberapa wisatawan mengajak para siswa berfoto bersama.

“Mereka sangat senang karena merasa dispesialkan. Biasanya setelah kami selesai menari, ada juga tamu yang mengajak kami berfoto. Ini tentunya saya sangat senang sekali,” ujarnya.

Bagi Resa, pengalaman tersebut tidak hanya tentang menampilkan tarian. Ia juga belajar berkomunikasi dan membangun kepercayaan diri ketika berhadapan langsung dengan wisatawan dari berbagai latar belakang.

“Di situ kami bisa bertemu dengan orang-orang hebat dan penting. Pengalaman yang saya dapat adalah bisa berdiri di depan banyak wisatawan penting,” katanya.

Resa menilai budaya Rote menjadi salah satu daya tarik yang membuat wisatawan tertarik mengenal lebih jauh tentang Rote Ndao. Selain keindahan pantai dan suasana yang tenang, budaya lokal memberikan pengalaman berbeda bagi para tamu.

“Yang membuat tamu datang ke NIHI Rote itu karena pemandangan pantai yang indah, suasananya tenang, dan tentunya budaya Rote yang membuat tamu merasa ingin tahu seperti apa budaya Rote,” ujarnya.

Ia mengaku bangga karena melalui kesempatan tampil di NIHI Rote, dirinya dan siswa lainnya dapat ikut memperkenalkan budaya daerah kepada wisatawan yang sebelumnya mungkin belum mengenal Rote.

“Saya sangat bangga karena bisa menjadi bagian dari NIHI Rote yang bisa memperkenalkan budaya Rote yang indah kepada orang-orang yang belum tahu seperti apa itu budaya Rote,” ucapnya.

Resa berharap NIHI Rote terus berkembang sehingga semakin banyak wisatawan datang ke Rote Ndao. Ia juga berharap budaya lokal tetap menjadi bagian penting dalam perkembangan pariwisata daerah.

“Saya berharap NIHI Rote semakin berkembang, semakin jaya, dan tentunya bisa juga memperkenalkan budaya Rote yang sangat unik dan beragam,” kata Resa.

Ia menyampaikan terima kasih kepada NIHI Rote yang telah memberikan kepercayaan kepada siswa untuk menampilkan tarian adat Rote. Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi pengalaman sekaligus ruang belajar bagi generasi muda.

“Terima kasih kepada NIHI Rote yang telah mempercayai kami untuk menampilkan tarian-tarian adat Rote,” ucap Resa.

Melalui ruang yang diberikan kepada para siswa, NIHI Rote tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga menjadi salah satu panggung bagi budaya lokal untuk bertemu dengan wisatawan dunia. Dari tarian dan bunyi gong Rote, generasi muda mendapat kesempatan memperkenalkan identitas daerah sekaligus belajar menjadi bagian dari perkembangan pariwisata Rote Ndao. (LA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....