Musik, Tarian dan Pakaian Adat Rote Jadi Daya Tarik di NIHI Rote
- 29 Agt 2026 16:05 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Rote - Keindahan alam bukan satu-satunya pengalaman yang ditawarkan NIHI Rote kepada wisatawan. Musik tradisional, tarian, serta pakaian adat Rote Ndao turut menjadi bagian dari penyambutan wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata di Desa Bo’a, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao.
Sanggar Ume Hita secara rutin mendapat kesempatan menampilkan kesenian tradisional Rote Ndao dalam agenda penyambutan wisatawan setiap pekan. Para penampil hadir dengan pakaian adat Rote lengkap, diiringi dentingan musik tradisional dan hentakan Gong Rote yang menghadirkan suasana khas budaya lokal.
Salah satu pemain musik sekaligus pemukul Gong Rote, Lorens Henukh, S.Sn., Gr., mengatakan Sanggar Ume Hita tampil setiap Minggu untuk menyambut wisatawan dari dalam maupun luar negeri. “Kami diundang tampil setiap Minggu, dalam acara penyambutan wisatawan dari dalam negeri dan luar negeri,” ungkap Lorens dilansir dari SindoNews, Rabu 26 Agustus 2026.
Menurut Lorens, pertunjukan budaya tersebut mendapat perhatian positif dari para wisatawan. Mereka tidak hanya menikmati panorama dan fasilitas yang tersedia, tetapi juga menunjukkan ketertarikan terhadap musik serta tarian tradisional Rote Ndao.
“Wisatawan yang datang di NIHI Rote lebih suka musik Rote, tarian Rote,” ujarnya.
Selain Gong Rote dan tarian tradisional, Sasando juga menjadi bagian dari pertunjukan budaya yang diperkenalkan kepada wisatawan. Kehadiran alat musik khas Rote Ndao tersebut semakin melengkapi pengalaman wisatawan dalam mengenal kekayaan seni dan budaya masyarakat setempat.
“Musik Sasando juga ditampilkan,” kata Lorens.
Ia mengaku para wisatawan memberikan respons positif setelah menyaksikan pertunjukan. Bahkan, sejumlah wisatawan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para pelaku seni yang telah memperkenalkan budaya Rote Ndao kepada mereka.
“Habis penyambutan, para wisatawan menyampaikan terima kasih kepada kami,” ungkapnya.
Kehadiran Sanggar Ume Hita di NIHI Rote menunjukkan bahwa pariwisata dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus menjaga warisan budaya daerah. Musik, tarian, pakaian adat, Gong Rote, dan Sasando menjadi jembatan yang mempertemukan wisatawan dengan identitas masyarakat Rote Ndao.
Melalui pertunjukan tersebut, wisatawan tidak hanya datang menikmati keindahan Pulau Rote, tetapi juga mendapatkan pengalaman budaya yang menjadi bagian dari cerita perjalanan mereka. Hal ini sekaligus memperkuat posisi seni dan budaya lokal sebagai salah satu daya tarik dalam perkembangan pariwisata Rote Ndao. (LA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....