Mbuku Bani, Kampung Bersejarah Penentu Pelaksanaan Tradisi Pasola

  • 18 Agt 2026 10:37 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Kabupaten Sumba Barat Daya di Nusa Tenggara Timur punya banyak tempat bersejarah yang menarik, salah satunya adalah Kampung Adat Mbuku Bani. Kampung ini terletak di Desa Ate Dalo, Kecamatan Kodi, dan berjarak sekitar 43 kilometer dari Tambolaka, ibu kota Kabupaten Sumba Barat Daya.

Nama "Mbuku Bani" sendiri punya arti yang unik. Kata “Bukku” berarti permainan yang dimenangkan, sedangkan “Bani” atau “Kabani” berarti laki-laki yang jantan. Gabungan nama ini menggambarkan semangat keberanian dan kemenangan warga kampung tersebut.

Kampung Mbuku Bani dianggap sebagai "kakak" dari Kampung Tossi karena punya peran sangat penting dalam tradisi Pasola. Di sinilah para Rato atau tokoh adat berkumpul melakukan ritual Marapu untuk menentukan tanggal pelaksanaan Pasola, kemudian informasi ini akan disampaikan oleh Kampung Tossi yang memiliki kuasa untuk menyampaikannya kepada khalayak umum.

Sebelum pesta Pasola dimulai, warga menggelar berbagai acara sehari sebelumnya. Ada tradisi Kawoking atau menyanyi sambil berbalas pantun dan bermain permainan rakyat.

Selain itu, ada juga pesta menyambut Nyale, yaitu cacing laut yang muncul di pesisir pantai pada bulan Februari dan Maret. Nyale ini ditangkap oleh Rato Nyale untuk dijadikan persembahan adat untuk tahun berikutnya.

Tak hanya kaya akan tradisi, Kampung Mbuku Bani juga menyuguhkan pemandangan indah karena berada di pinggir Pantai Bondo Kawango yang berpasir putih. Di kampung ini, pengunjung bisa melihat rumah adat atau Uma Kalada, kubur batu tua, dan berbagai peninggalan kuno seperti pistol emas, kain tua, peti besi, bebek emas, guci, hingga tambur dari kulit manusia.

Dengan perpaduan tradisi Marapu, ritual Nyale, dan keberadaan situs sejarahnya, kampung ini menawarkan pengalaman wisata budaya dan spiritual yang sulit dilupakan di Sumba Barat Daya. (Daten)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....