Mangrove Magelo'o, Destinasi Wisata Alam Bersejarah yang Memikat di Sikka
- 29 Jul 2026 10:15 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Hutan Mangrove Magelo'o di Desa Rejoroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi salah satu destinasi wisata alam unggulan yang menawarkan keindahan panorama sekaligus nilai sejarah.
Lokasinya berjarak sekitar 30 kilometer dari Kota Maumere atau dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih satu jam menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Sesampainya di lokasi, pengunjung akan diajak menyusuri jembatan kayu sepanjang kurang lebih 450 meter yang membelah rimbunnya hutan bakau. Di beberapa titik jembatan tersedia lopo-lopo sederhana yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat sambil menikmati suasana alam. Selain itu, lopo-lopo tersebut juga menjadi salah satu spot favorit wisatawan untuk berswafoto dengan latar hijaunya hutan mangrove.
Daya tarik lainnya adalah menara pandang setinggi sekitar 10 meter yang berdiri di tengah kawasan mangrove. Dari puncak menara, pengunjung dapat menikmati hamparan hutan mangrove seluas kurang lebih 40 hektare yang berpadu dengan panorama birunya Laut Flores.
Keindahan alam yang eksotis menjadikan kawasan ini memiliki banyak sudut foto yang instagramable dan ramai dikunjungi wisatawan, terutama saat akhir pekan.
Di balik pesonanya, Hutan Mangrove Magelo'o menyimpan sejarah panjang konservasi lingkungan. Kawasan ini dirintis oleh almarhum Viktor Emanuel Raiyon atau Baba Akong yang mulai menanam mangrove secara mandiri setelah bencana tsunami menerjang Flores pada 1992.
Berkat dedikasinya menjaga kelestarian lingkungan, Baba Akong menerima penghargaan Kalpataru Kategori Perintis Lingkungan dari Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar pada 2008, kemudian memperoleh penghargaan serupa dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara pada 2009.
Setelah Baba Akong meninggal dunia pada 6 Maret 2019, perjuangan melestarikan hutan mangrove diteruskan oleh Anselina bersama anak-anaknya.
Kini, Mangrove Magelo'o tidak hanya menjadi destinasi wisata favorit di Kabupaten Sikka, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan wisatawan untuk mengenal lebih dekat ekosistem mangrove serta memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pesisir bagi generasi mendatang. (Daten)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....