HPI NTT: Pramuwisata Jadi Garda Terdepan Promosi Wisata Budaya

  • 14 Jul 2026 18:30 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya menawarkan keindahan alam yang memukau seperti Pulau Komodo atau pantai-pantainya yang eksotis. Jiwa dari pariwisata NTT sesungguhnya terletak pada kekayaan budaya, mulai dari arsitektur rumah adat, tenun ikat, hingga ritual leluhur yang diwariskan turun-temurun. Hal ini ditegaskan oleh Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) NTT, Ito Pance, dalam program Obrolan Akamsi di RRI Pro 4 Kupang, Senin 13 Juli 2026.

Menurut Ito, pramuwisata (tour guide) memiliki peran krusial yang lebih besar daripada sekadar menemani perjalanan wisatawan. Mereka berada di garis terdepan dan mengemban multi-peran strategis bagi daerah

"Kami bertindak sebagai fasilitator yang menjembatani interaksi antara wisatawan asing dengan masyarakat lokal, pemasar langsung (direct marketer) yang mempromosikan potensi daerah, sekaligus sebagai duta bangsa yang merepresentasikan keramahan NTT di mata dunia," jelasnya.

Pariwisata berbasis budaya ini terbukti memberikan dampak ekonomi berantai (multiplier effect) secara langsung bagi masyarakat lokal. Wisatawan yang datang tidak hanya berwisata, tetapi juga belajar dan membeli berbagai produk lokal seperti kerajinan tangan, tenunan khas, hingga mencicipi berbagai kuliner daerah yang ada.

Ito yang mengawali kariernya sebagai pawang (ranger) Komodo selama 4 tahun sebelum beralih profesi menjadi pemandu wisata profesional sejak 2010 menekankan bahwa kekuatan seorang pemandu terletak pada teknik storytelling (seni bercerita). Hal ini akan membuat wisatawan yang datang juga dapat mengetahui cerita atau sejarah dari daerah wisata yang dikunjungi serta mengetahui adat istiadat yang ada di tempat tersebut.

"Wisatawan, khususnya dari Eropa, sangat menyukai wisata budaya yang autentik. Melalui cerita yang bermakna di balik tradisi penyambutan tamu atau ritual meminta izin leluhur sebelum masuk kampung adat, perilaku wisatawan dapat tergugah untuk lebih menghargai aturan lokal setempat," tambahnya, mengakhiri. (JR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....