Fenomena "Destination Dupes" Lokal, Wisata Indonesia yang Disebut Mirip Luar Negeri

  • 04 Jul 2026 08:20 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Tren wisata dengan konsep destination dupes atau destinasi wisata alternatif yang memiliki panorama serupa dengan lokasi wisata terkenal di luar negeri kini semakin populer. Fenomena ini menjadi pilihan banyak wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam dengan biaya lebih terjangkau tanpa harus bepergian ke luar negeri.

Istilah destination dupes merujuk pada destinasi yang menawarkan pengalaman, lanskap, maupun suasana yang dianggap mirip dengan tempat wisata internasional. Selain menghemat biaya perjalanan, tren ini juga mendorong masyarakat untuk lebih mengenal kekayaan alam dan budaya di dalam negeri.

Dikutip dari berbagai publikasi pariwisata dan tren perjalanan, meningkatnya minat terhadap destination dupes dipengaruhi oleh kebiasaan wisatawan yang mencari pengalaman baru melalui media sosial. Banyak konten kreator membagikan lokasi-lokasi di Indonesia yang memiliki panorama menyerupai destinasi populer dunia, sehingga menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.

Indonesia sendiri memiliki banyak contoh destination dupes. Gugusan pulau karst di Raja Ampat, Papua Barat Daya, kerap dibandingkan dengan Teluk Ha Long di Vietnam karena sama-sama menyuguhkan pemandangan pulau-pulau batu kapur yang menjulang di atas laut biru. Sementara itu, Pantai Kelingking di Nusa Penida, Bali, sering disebut memiliki panorama yang mengingatkan wisatawan pada tebing-tebing pantai tropis di kawasan Karibia.

Di wilayah timur Indonesia, sejumlah destinasi di Nusa Tenggara Timur juga mulai dikenal sebagai alternatif wisata berkelas dunia. Perbukitan hijau di Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, misalnya, menjadi salah satu lokasi yang paling banyak diabadikan wisatawan karena memiliki lanskap dramatis yang disebut-sebut menyerupai beberapa pulau eksotis di Selandia Baru maupun kawasan Pasifik.

Fenomena ini dinilai membawa dampak positif bagi sektor pariwisata nasional. Selain meningkatkan kunjungan wisatawan ke berbagai daerah, tren tersebut juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal, mulai dari penyedia jasa transportasi, penginapan, kuliner, hingga pelaku ekonomi kreatif untuk memperoleh manfaat ekonomi dari meningkatnya aktivitas wisata.

Meski demikian, para pemerhati pariwisata mengingatkan bahwa promosi destination dupes sebaiknya tidak hanya menonjolkan kemiripan dengan destinasi luar negeri. Setiap daerah memiliki keunikan budaya, sejarah, dan karakter alam yang menjadi daya tarik utama. Identitas lokal tetap perlu diangkat agar wisatawan datang bukan sekadar mencari "versi murah" dari destinasi internasional, tetapi juga menikmati pengalaman khas Indonesia.

Dengan kekayaan alam yang membentang dari Sabang hingga Merauke, Indonesia memiliki potensi besar untuk terus mengembangkan destinasi wisata yang berdaya saing global. Tren destination dupes dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan keindahan nusantara kepada masyarakat luas sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di dunia. (TT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....