Tokoh Adat Apresiasi Festival Fulan Fehan Dorong Ekonomi Masyarakat Belu
- 29 Jun 2026 19:32 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Festival Fulan Fehan bukan hanya menjadi panggung budaya, tetapi juga membawa harapan baru bagi perekonomian masyarakat di Lamaknen, Kabupaten Belu, melalui meningkatnya kunjungan wisatawan dari berbagai daerah. Kehadiran ribuan pengunjung selama pelaksanaan festival memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat yang memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
Tokoh Adat Lamaknen, Frans Leki Bere, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Belu yang telah menyelenggarakan Festival Fulan Fehan secara konsisten sebagai ajang pelestarian budaya daerah. Menurutnya, kegiatan tersebut membuktikan bahwa budaya lokal mampu menjadi kekuatan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkenalkan identitas Belu kepada khalayak luas.
Frans Leki Bere menjelaskan bahwa masyarakat memperoleh tambahan penghasilan melalui berbagai usaha kecil yang tumbuh selama pelaksanaan Festival Fulan Fehan dengan melayani kebutuhan para pengunjung. Berbagai produk kuliner, hasil kerajinan tangan, serta jasa lainnya menjadi sumber pendapatan baru yang secara langsung dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar lokasi festival.
Dengarkan Juga : Festival Fulan Fehan di Mata Tokoh Adat
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Belu bersama Pemerintah Pusat dapat terus menjadikan Festival Fulan Fehan sebagai agenda tahunan yang dikembangkan secara berkelanjutan dengan dukungan yang semakin besar. Menurutnya, penyelenggaraan festival secara rutin akan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata Kabupaten Belu di tingkat nasional maupun internasional.
Frans Leki Bere juga menegaskan bahwa Kabupaten Belu tidak hanya memiliki keindahan alam Padang Fulan Fehan yang telah dikenal luas oleh wisatawan dari berbagai daerah. Belu masih menyimpan banyak destinasi wisata bersejarah yang memiliki nilai budaya tinggi dan layak menjadi tujuan wisata unggulan bagi para pengunjung.
Beberapa destinasi yang disebutkan Frans Leki Bere di antaranya adalah Puncak Gunung Lakaan, Benteng Tujuh Lapis, serta Benteng Makes yang masing-masing memiliki cerita sejarah penting bagi masyarakat setempat. Menurutnya, kekayaan sejarah tersebut perlu terus dipromosikan agar wisatawan tidak hanya menikmati panorama alam, tetapi juga memahami perjalanan sejarah dan budaya Kabupaten Belu.
Frans Leki Bere menilai pengembangan destinasi wisata budaya dan sejarah harus berjalan beriringan dengan peningkatan infrastruktur serta promosi yang dilakukan oleh pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan. Langkah tersebut diyakini mampu memperpanjang lama kunjungan wisatawan sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar kepada masyarakat di sekitar kawasan wisata.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung Festival Fulan Fehan sebagai kebanggaan Kabupaten Belu dan Provinsi Nusa Tenggara Timur yang mampu mengangkat potensi daerah ke tingkat yang lebih luas. Frans Leki Bere optimistis kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, masyarakat, serta seluruh pelaku pariwisata akan menjadikan Festival Fulan Fehan sebagai penggerak ekonomi daerah melalui kekuatan budaya, sejarah, dan pariwisata. (AN)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....