Pemerintah Diminta Optimalkan Kawasan Kuliner Kelapa Lima untuk PAD

  • 26 Jun 2026 00:14 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang : Kompleks Wisata Kuliner Kelapa Lima di Kota Kupang yang dibangun oleh pemerintah pusat hingga kini dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal untuk mendatangkan Pendapatan Asli Daerah bagi pemerintah kota. Kawasan yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Maret 2022 tersebut masih menyimpan potensi ekonomi besar yang belum tergarap secara optimal melalui pengelolaan yang terarah dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Ferry Dominikus Sigakole, S.I.P., seorang pelaku usaha ikan bakar di kawasan Kuliner Kelapa Lima yang juga merupakan pensiunan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Menurutnya, pemerintah perlu lebih serius menata dan mengelola kawasan tersebut agar seluruh lapak yang tersedia dapat beroperasi secara maksimal serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan PAD.

Dengarkan Juga : Suara Hati Penjual Ikan Bakar Kelapa Lima

Ferry menilai gedung kuliner yang megah dan representatif tersebut merupakan aset daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi apabila dikelola melalui sistem retribusi yang jelas dan transparan. Ia mengatakan pemerintah daerah saat ini dituntut menggali sumber-sumber pendapatan baru dari sektor pajak dan retribusi tanpa menambah beban ekonomi masyarakat.

Selain penataan kawasan, para pelaku usaha juga berharap pemerintah dapat menyediakan fasilitas penunjang yang memadai untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen. Dukungan berupa alat pemanggang ikan yang lebih modern dan fasilitas penyimpanan seperti freezer pendingin dinilai sangat penting untuk menjaga kualitas produk kuliner yang dijual setiap hari.

Ferry juga menyoroti tata letak lapak kuliner yang berada di lantai satu gedung tersebut karena dianggap kurang memberikan kesempatan yang merata bagi seluruh pelaku usaha. Menurutnya, posisi meja kerja yang berada di bagian tengah menyebabkan lapak yang dekat pintu masuk memperoleh lebih banyak pengunjung dibandingkan lapak yang berada di bagian belakang.

Ia mengungkapkan telah menjalankan usaha ikan bakar di kawasan Kelapa Lima selama kurang lebih sepuluh tahun sebelum lokasi tersebut dibangun ulang oleh pemerintah pusat pada tahun 2022. Pengalaman panjang tersebut membuatnya memahami pola kunjungan konsumen serta berbagai kebutuhan yang diperlukan agar kawasan kuliner dapat berkembang lebih baik.

Ferry menjelaskan bahwa ikan yang dijual berasal dari hasil tangkapan nelayan di wilayah pesisir Kota Kupang dan disimpan menggunakan beberapa unit fasilitas pendingin. Ia menyebutkan memiliki sekitar lima unit cold storage dan menghabiskan sekitar dua puluh balok es setiap hari untuk menjaga kesegaran serta kualitas ikan yang dipasarkan kepada konsumen.

Sementara itu, seorang pembeli bernama Mirna mengaku kagum dengan bangunan kuliner yang telah dibangun pemerintah karena memiliki desain yang cukup baik dan representatif. Namun ia menyayangkan penataan serta pemanfaatan kawasan tersebut yang belum optimal sehingga potensi peningkatan PAD dan perputaran ekonomi masyarakat belum dapat tercapai secara maksimal. (AN)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....