Wisatawan Keluhkan Fasilitas dan Kebersihan Pantai Teres

  • 24 Jan 2026 11:19 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID - Kupang, Pengunjung menyayangkan kondisi kawasan wisata Pantai Teres, Kabupaten Kupang yang terbengkalai sehingga minim fasilitas dan kebersihan tidak terjaga. Beberapa lopo yang disediakan dalam kondisi kotor dan tidak bisa digunakan sehingga mengurangi kenyamanan wisatawan saat berkunjung.

"Pantai Teres sangat indah dengan pasir putihnya yang menawan, tetapi sayangnya banyak sampah dan gazebo yang ada sudah tidak terawat. Apakah tidak ada dana dari pemerintah untuk pemeliharaan, sayang sekali," kata wisatawan asal Bali, Dece Rahayu kepada RRI Kupang, Jumat, 23 Januari 2026.

Wisatawan yang berprofesi sebagai arsitek di Kota Denpasar itu menyarankan pemerintah menggandeng UKM untuk berjualan di sekitar tempat wisata. Selain itu, dana operasional dan pemeliharaan kawasan dapat bersumber dari retribusi kendaraan yang masuk ke Pantai Teres.

"Sedikit masukan untuk dana operasional dan pemeliharaan mungkin bisa di dapat dari retribusi kendaraan yang masuk ke tempat wisata ini. Seperti sewa gazebo per jam atau mengundang para usaha kecil dan menengah untuk berinvestasi dengan membuat warung kecil yang disiapkan oleh pemerintah," ujar Dece Rahayu.

Menurut Dece sumber daya alam yang ada di NTT tidak kalah cantik dari tempat wisata yang ada di Bali. Dikatakan, jika dikelola dan dirawat dengan baik, kawasan wisata seperti Pantai Teres berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

"Saya melihat SDA di NTT tidak kalah dari tempat wisata di Bali, pantai pasir putih Pulau Timor lebih luas dari Pulau Dewata. Saya rasa bila dipoles sedikit saja kemungkinan bisa menyaingi Bali. Saya yakin pariwisata ini akan terangkat apabila fasilitas dan pemeliharaannya terpenuhi dan menaikkan perekonomian masyarakat setempat," ucap pengunjung Pantai Teres Dece Rahayu.

Kawasan Pantai Teres dan Fatu Braun sempat dijadikan destinasi wisata alam unggulan oleh pemerintah Kabupaten Kupang, pada tahun 2024. Namun saat ini, proyek pariwisata yang menghabiskan dana hingga puluhan miliar rupiah itu terbengkalai dan tidak ada aktivitas wisata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....