Masyarakat Kuanheun Menjaga Pantai Loles dengan Tradisi Lilifuk

  • 17 Jan 2026 08:25 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Masyarakat Desa Kuanheun di Kecamatan Kupang Barat terus berkomitmen menjaga warisan leluhur melalui tradisi Lilifuk sebagai upaya melestarikan ekosistem laut yang kaya di kawasan Pantai Loles. Tradisi unik ini merupakan bentuk konservasi tradisional yang mengatur pemanfaatan sumber daya perikanan agar tetap berkelanjutan dan tidak dieksploitasi secara berlebihan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Lilifuk sendiri secara teknis merujuk pada sebuah kolam alami atau genangan air yang terbentuk di area karang saat air laut sedang mengalami masa surut terjauh. Di dalam genangan air yang terjebak tersebut, berbagai jenis ikan akan berkumpul dan terperangkap sehingga menjadi tempat perlindungan alami yang sangat nyaman bagi biota laut untuk berkembang biak.

Kawasan yang masuk dalam zona Lilifuk ini telah ditandai secara jelas oleh masyarakat menggunakan pelampung khusus agar tidak ada aktivitas penangkapan ikan secara sembarangan dilakukan di sana. Penandaan lokasi ini sangat krusial guna memberikan batas yang tegas antara wilayah yang boleh dimanfaatkan secara umum dan wilayah yang sedang dalam masa perlindungan oleh hukum adat setempat.

Proses pemanenan ikan di area Lilifuk ini biasanya hanya dilakukan sekali sampai dua kali dalam setahun dengan melibatkan partisipasi aktif dari seluruh warga desa yang datang beramai-ramai secara penuh suka cita. Tradisi panen raya ini tidak hanya menjadi sumber pangan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momen kebersamaan yang mempererat ikatan sosial antar warga di Desa Kuanheun sepanjang tahun.

Saat pemanenan pun dilakukan acara pukul gong sebagai tanda sukacita dan kebersamaan di daerah kuanheun dan bolok.

Serfitus Lanus - Kaur Umum Desa Kuanheun saat memberi penjelasan kepada RRI.co.id di Pantai Loles Kupang Barat terkait tradisi lilifuk. (Foto. Ans Netu/RRI)

Selain area Lilifuk, terdapat pula zona inti yang disebut dengan istilah "Timu" oleh masyarakat lokal, di mana wilayah tersebut merupakan kawasan terlarang yang sama sekali tidak boleh dimasuki. Zona Timu ini memiliki kedalaman air lebih dari dua puluh meter dan merupakan rumah bagi terumbu karang yang sangat indah serta menjadi tempat tinggal utama bagi ikan-ikan berkualitas tinggi.

Beberapa jenis ikan yang dilindungi di area Timu ini mencakup ikan kerapu, ikan barona, dan berbagai jenis spesies ikan karang lainnya yang sangat bergantung pada kesehatan terumbu karang di kawasan tersebut. Larangan masuk ke zona inti ini berlaku sepanjang tahun tanpa terkecuali guna memastikan bahwa siklus hidup biota laut tidak terganggu oleh aktivitas manusia yang bersifat destruktif.

Masyarakat diwajibkan menggunakan alat tangkap tradisional yang ramah lingkungan seperti sapaikh dan sorok lingkar serta dilarang keras merusak terumbu karang, menangkap penyu, atau menggunakan pukat harimau yang dapat merusak kelestarian ekosistem laut. Setiap pelanggar aturan adat akan dikenai sanksi tegas berupa denda uang atau hewan ternak yang dipotong untuk dimakan bersama masyarakat, sementara biaya karcis masuk sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000 dan hasil denda tersebut dikelola sebagai pendapatan asli desa.

Meskipun zona inti sangat dijaga ketat, keindahan bawah laut di sekitar perbatasan zona tersebut sebenarnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata snorkeling bagi para pecinta alam. Pengembangan pariwisata yang berbasis pada kearifan lokal seperti ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi warga desa tanpa harus mengorbankan kelestarian lingkungan pesisir yang ada.

Pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat terus bersinergi dalam mengawasi pelaksanaan tradisi Lilifuk serta penjagaan zona Timu agar kekayaan alam di Pantai Loles tetap lestari hingga generasi mendatang. Keberhasilan kearifan lokal ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara tradisi adat dan kesadaran lingkungan mampu menciptakan sistem ketahanan pangan yang kuat bagi masyarakat pesisir di Nusa Tenggara Timur. (AN)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....