Ledo Hawu, Tarian Sakral Masyarakat Sabu

  • 21 Okt 2025 14:42 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang : Ledo Hawu adalah salah satu tarian khas budaya masyarakat Sabu yang berasal dari Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur. Tarian yang bersifat sakral ini, seringkali digunakan untuk menghantar arwah dari orang atau bangsawan yang telah meninggal menuju nirwana.

Tarian ini terdiri dari dua kata yakni, Ledo yang berarti tarian, dan Hawu, yang merupakan sebutan bagi orang Sabu. Ledo Hawu bukan hanya menjadi sarana penghormatan terakhir kepada yang telah tiada, tetapi juga mengandung nilai spiritual dan perlindungan.

Menurut tuturan adat yang diwariskan secara lisan, Ledo Hawu juga dilakukan sebagai ritual menolak bala bagi keluarga yang sedang berduka. Hal ini mencerminkan keyakinan bahwa melalui tarian ini, keluarga dapat memohon perlindungan dari gangguan roh jahat atau malapetaka.

Berdasarkan beberapa sumber, tarian Ledo Hawu dulunya hanya bisa dilakukan oleh suku-suku tertentu dan berasal dari kalangan bangsawan. Jumlah penari biasanya sebanyak 3 hingga 5 orang yang saling berpasangan serta diiringi dengan alat musik seperti gong dan kendang.

Di era modernisasi saat ini, Ledo Hawu tidak hanya sebagai tarian spiritual semata tetapi dijadikan sebagai tarian penyambutan. Meski konteks pertunjukannya lebih fleksibel, unsur-unsur kesakralan, nilai filosofis, dan identitas budaya dalam Ledo Hawu tetap dijaga dengan kuat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....