Wisman Indonesia Tembus 10 Juta per Agustus 2025
- 09 Okt 2025 16:43 WIB
- Kupang
KBRN, Kupang: Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 10,04 juta antara Januari-Agustus 2025, menandai kenaikan 10,38% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Secara bulanan, jumlah kunjungan pada awal tahun (Januari 2025) tercatat sebanyak 1,16 juta turis asing, namun angka ini kemudian melemah pada bulan-bulan berikutnya, yaitu menjadi 1,02 juta pada Februari dan 984,7 ribu pada Maret.
Setelah penurunan di bulan sebelumnya, kunjungan wisman kembali pulih ke angka 1,16 juta pada April, lalu melonjak pada Mei menjadi 1,31 juta. Tren positif ini terus berlanjut, dengan kunjungan mencapai 1,41 juta pada Juni dan 1,48 juta pada Juli.
Kunjungan wisman di Agustus 2025 menjadi yang tertinggi, mencapai 1,51 juta orang. Angka bulan Agustus ini tidak hanya naik 1,61% dari bulan Juli, tetapi juga mencatatkan peningkatan signifikan sebesar 12,33% jika dibandingkan dengan bulan yang sama di tahun 2024.
Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia terjadi di seluruh kelompok kebangsaan, menandakan semakin tersorotnya pariwisata Indonesia secara global. Secara spesifik, Malaysia mendominasi dengan 229,7 ribu kunjungan (15,26%), diikuti oleh Australia (155,7 ribu kunjungan, 10,35%) dan Tiongkok (140,7 ribu, 9,35%).
Meskipun rata-rata wisman menghabiskan 11,02 malam di Indonesia pada Agustus 2025, terdapat disparitas signifikan. Wisman dari ASEAN memiliki rata-rata tinggal terendah (hanya 4,8 malam), dengan Singapura mencatat rekor terpendek (3,09 malam).
Sebaliknya, wisatawan Eropa memiliki rata-rata lama tinggal terlama, yaitu 16,29 malam, dipimpin oleh Rusia dengan rerata 22,7 malam. Kenaikan jumlah wisman ini kontras dengan penurunan jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) menjadi 93,57 juta dan wisatawan nasional (wisnas) menjadi 684,93 ribu pada bulan yang sama.
Meningkatnya kunjungan wisman ini menegaskan kebangkitan sektor pariwisata Indonesia, dengan daya tarik utama berupa kekayaan alam dan budaya. Untuk menjaga capaian ini, pemerintah dan masyarakat harus memastikan kualitas destinasi tetap terjaga, lingkungan dikelola dengan baik, dan dampak ekonomi dirasakan oleh masyarakat lokal.
Melalui pemeliharaan yang tepat, pariwisata berpotensi menjadi sektor utama yang menggerakkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan nasional. (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....