Watu Parunu, Harmoni Keindahan Alam dan Sejarah
- 25 Jul 2025 15:51 WIB
- Kupang
KBRN, Kupang: Pulau Sumba di Nusa Tenggara Timur memang dikenal memiliki banyak pantai indah. Salah satu pantai yang kini menarik perhatian wisatawan adalah Pantai Watu Parunu, yang terletak di Desa Laijanji, Kecamatan Wulla Waijelu, Kabupaten Sumba Timur.
Pantai ini berjarak sekitar 120 kilometer dari Kota Waingapu atau bisa ditempuh dalam waktu sekitar dua jam perjalanan. Meski cukup jauh, semua rasa lelah selama perjalanan akan terbayar lunas saat tiba di pantai ini.
Hamparan pasir putih yang bersih dan ombak yang bergulung kencang membuat suasana pantai terasa begitu menenangkan. Banyak wisatawan datang hanya untuk beristirahat dan menikmati sore hari sambil melihat matahari perlahan tenggelam.
Yang membuat pantai ini semakin istimewa adalah keberadaan tebing batu putih setinggi 30 meter dan batu karang besar yang berlubang secara alami. Nama "Watu Parunu" sendiri berasal dari bahasa Sumba.
"Watu" berarti batu, dan "Parunu" artinya menunduk. Nama ini bukan sekadar sebutan, tetapi menyimpan kisah bersejarah di baliknya.
Dahulu, wilayah ini sering menjadi lokasi konflik antar suku. Namun, pada akhirnya, para suku memilih jalan damai.
Sebagai tanda perdamaian, mereka melakukan sebuah ritual khusus, yaitu berjalan menunduk melewati batu karang berlubang yang ada di pantai ini. Tindakan menunduk ini melambangkan kerendahan hati dan kesediaan untuk berdamai.
Karena peristiwa inilah, desa tempat pantai ini berada dinamakan Desa Laijanji, yang memiliki arti Desa Perjanjian. Selain pesona tebing batu putihnya, saat air laut surut, pengunjung bisa berjalan melewati batu berlubang yang menjadi saksi sejarah tersebut.
Pantai ini menjadi bukti bahwa keindahan alam dan nilai sejarah bisa berpadu, menjadikan Sumba Timur sebagai salah satu destinasi wisata yang patut untuk dijelajahi. (Daten)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....