Kampung Namata Tampilkan Budaya Megalitik Sabu Raijua
- 12 Jul 2025 10:58 WIB
- Kupang
KBRN, Kupang: Terletak di Desa Raeloro, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Kampung Adat Namata menjadi salah satu destinasi budaya paling menawan di Pulau Sabu. Dikenal sebagai kampung megalitik, tempat ini menyimpan kekayaan sejarah, tradisi, dan kepercayaan yang tetap lestari hingga kini.
Kampung yang asri ini dihiasi batu-batu besar berwarna kehitaman dengan bentuk bulat yang unik dan penuh aura mistis. Batu-batu tersebut tidak hanya menjadi pemandangan menarik, namun juga dipercaya memiliki kekuatan magis tersendiri.
Salah satu batu sakral yang tak boleh dijadikan latar foto atau tempat duduk adalah Wowadu Rue (Batu Rue). Demikian pula Wowadu Med'jeddi Deo, batu tempat duduk khusus bagi tokoh adat bernama Deo Rai , yang juga harus dijaga kesuciannya.
Kampung Adat Namata bukan sekadar tempat tinggal masyarakat adat, melainkan juga saksi hidup budaya sabung ayam tradisional dan Hole. Ritual ini biasanya dilangsungkan pada bulan Januari, Maret, dan April atau Januari, April, dan Mei.
Sebagai penanda dimulainya upacara, tiga buah tambur besar akan ditabuh. Suara tabuhan itu bukan sekadar bunyi, melainkan pertanda dimulainya atau diakhirinya rangkaian ritual Hole dan Taji Ayam. Lingkaran sabung ayam ini terletak tak jauh dari Batu Rue.
Menambah keistimewaannya, Kampung Adat Namata pernah mengikuti penghargaan Anugerah Pesona Indonesia (API) Tahun 2020 sebagai kampung adat terpopuler. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa Namata tak hanya memikat masyarakat lokal, tapi juga berhasil mencuri perhatian pengunjung dari berbagai daerah.
Bagi wisatawan yang ingin mengabadikan momen di kampung ini, tersedia penyewaan busana adat Sabu Raijua untuk pria, wanita, maupun anak-anak dengan tarif sewa antara Rp50.000 hingga Rp100.000. Berfoto di atas batu adat dengan balutan pakaian tradisional memberi pengalaman yang tak terlupakan selama mengikuti aturan adat yang berlaku.
Dari pusat kota Seba, Kampung Adat Namata dapat dijangkau hanya dalam waktu lima menit menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Akses yang mudah menjadikan Namata sebagai tujuan ideal untuk mengenal budaya Sabu lebih dekat.
Mengunjungi Kampung Adat Namata bukan hanya perjalanan wisata, tapi juga sebuah perjalanan budaya, menyelami jejak peradaban sabu yang masih hidup di tengah masyarakat modern. (AN)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....