Ume Kbubu Simbol Otoritas Perempuan Dawan Melestarikan Pangan
- 20 Feb 2025 18:05 WIB
- Kupang
KBRN, Kupang : Ume Kbubu adalah rumah adat masyarakat suku Atoin Meto yang ada di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kata Ume berasal dari bahasa Dawan yang berarti rumah, dan Kbubu berarti bulat yang sesuai dengan desain bangunannya.
Selain digunakan sebagai tempat tinggal, Ume Kbubu dimanfaatkan sebagai lumbung untuk menyimpan jagung, kacang-kacangan, atau bahan makanan lainnya. Ketua Komunitas Bacarita Pangan Lokal Ester Umbu Tara mengatakan perempuan suku Meto memiliki peran penting dalam pengelolaan pangan.
Ume Kbubu melambangkan otoritas perempuan atas pangan mulai dari produksi, pengelolaan, distribusi, hingga konsumsi bagi keluarga dan komunitas adat. Perempuan Atoni Pah Meto juga berperan sebagai penjaga kelestarian pangan lokal yang merupakan tradisi keluarga untuk diceritakan kepada generasi berikutnya.
"Dalam penelitian, saya menemukan disalah satu desa, perempuan ini bertanggung jawab penuh terhadap lumbung pangannya. Jadi di situ ada otoritas perempuan, dimana dia mengatur pangan yang ada supaya bisa tercukupi untuk keluarga, bisa disimpan untuk benih, dan juga bisa dijual," kata Ester Umbu Tara.
Orang Atoin Meto memiliki aturan terkait makanan yang disimpan dalam Ume Kbubu hanya boleh dikelola atau diambil oleh seorang ibu. Jika aturan itu dilanggar maka mereka percaya hal buruk akan terjadi seperti persediaan pangan yang dimakan tikus.
Perempuan suku Atoni Pah Meto memainkan peran penting dalam menjaga ketahanan pangan bukan hanya sekedar menyediakan makanan. Sebagai komunitas adat yang bergantung sepenuhnya kepada alam, mereka juga berperan untuk mengelola sumber daya alam dan menjaga eksosistem.
Selain sebagai simbol identitas budaya suku Atoin Meto, Ume Kbubu juga digunakan sebagai tempat melahirkan bagi ibu-ibu hamil. Saat masa pemulihan, ibu dan bayi tidak diizinkan untuk keluar dan akan dirawat selama empat puluh hari.
Berdasarkan filosofi Ume Kbubu menjadi simbol harga diri dan sopan santun perempuan suku Meto dalam bertutur dan bersikap. Desainnya yang tertutup dari atap hingga tanah dan hanya memiliki satu pintu melambangkan perlindungan yang diberikan perempuan suku Atoni Meto.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....