Mutiara Pagi Katolik: Iman Melampaui Validasi Digital
- 30 Jan 2026 17:19 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Rote Ndao-Kehidupan digital dinilai memberi tantangan tersendiri bagi pertumbuhan iman manusia. Media digital dapat menjauhkan iman jika hanya digunakan untuk mencari pengakuan semu.
Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Rote Ndao, Damianus Obenu, mengatakan iman tidak boleh berhenti pada tampilan di media sosial. Hal itu disampaikan dalam Mutiara Pagi Katolik yang disiarkan dari Studio Pro 1 RRI Rote, Kamis (22/1/2026).
Menurut Damianus, banyak orang tampak religius di ruang digital, tetapi kosong dalam kehidupan nyata. Kondisi tersebut muncul ketika iman lebih diarahkan pada pencitraan daripada relasi dengan Tuhan.
Ia menjelaskan, validasi digital tidak mampu menyentuh akar terdalam luka batin manusia. Kesembuhan sejati dinilai hanya ditemukan dalam relasi yang jujur dengan Tuhan.
“Iman sejati dibuktikan dalam kehidupan, bukan hanya di layar,” ujarnya. Iman perlu diwujudkan melalui doa, kepedulian, dan tindakan nyata.
Damianus menambahkan, dunia digital tetap dapat menjadi sarana kebaikan jika digunakan secara bijaksana. Media sosial dapat membantu iman bila diisi dengan pesan pengharapan dan kasih.
Ia mengingatkan umat agar tidak menjadikan media sosial sebagai pusat hidup. Tuhan diminta tetap menjadi pusat harapan dalam setiap situasi.
Melalui refleksi tersebut, umat diajak menata kembali kehidupan iman di tengah arus digital. Iman yang dewasa diharapkan tumbuh dalam keheningan, doa, dan kepedulian nyata. (NLL)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....