Lucule: Inovasi Benda Remeh jadi Karya Seni
- 16 Mei 2024 14:55 WIB
- Kupang
KBRN,Kupang :Siapa yang sangka sebuah benda remeh seperti tutup botol bekas minum, peniti ataupun manik-manik, bisa menjadi sebuah karya seni yang indah. Di tangan Yunia Maulani, atau akrab disapa Lani, barang-barang yang dianggap sampah ini berinovasi menjadi sebuah kaya yang bernilai ekonomi.
Melalui acara Ruang UMKM dan Kuliner di Pro 2, Kamis (16/5/2024), Lani menceritakan kecintaanya terhadap seni hingga membuatnya memulai usaha kecil dengan menggunakan bekas tutup botol minuman.
“Banyak orang menganggap barang seperti tutup botol itu sampah, dibuang begitu saja. Tapi saya mendaur ulangnya menjadi sebuah hal yang lebih berarti dan punya nilai jual” ujarnya.
Bermula dari hobi menggambar, Lani tertarik untuk mengasah kemampuannya dengan terus berlatih dan menemukan passionnya sendiri.
“Saya suka menggambar dari kecil, saya mulai dengan lukisan sederhana. Kemudian setelah lulus SMA saya mencoba menuangkan hobi saya ini di tutupan botol bekas, saya buat jadi pin, dan berbagai aksesoris lain. Awalnya hanya untuk koleksi pribadi, tetapi akhirnya ada yang tertarik untuk beli dan berkembang sampai sekarang” ujarnya.

Tidak berhenti disitu, Lani mengembangkan bakatnya juga dengan sketsa wajah. Bermodal kertas dan pensil, gadis cantik ini dengan lihai membuat sketsa wajah sesuai dengan permintaan customer.
“Karena hobi saya menggambar, saya coba membuat sketsa wajah. Sketsa wajah ini disesuaikan dengan foto yang dari customer, mau di gambar di kertas ukuran berapa. Mau yang foto sendiri, berdua atau banyak juga saya bisa buatkan sketsanya. Warna atau hitam putih tergantung customer” jelasnya.

Menurut Lani, Lucule punya makna yang sederhana, karena berasal dari bahasa Kupang yang berarti barang yang lucu dan unik.
“Saya pilih nama Lucule, karena kalau orang Kupang lihat barang yang lucu, pasti mereka bilang “pung lucu le”, akhirnya mereka tertarik untuk membeli” katanya dengan berseri-seri.
Berjalan selama kurang lebih setahun, Lani bertutur bahwa tidak mudah mengembangkan hobinya untuk menjadi sebuah usaha yang bernilai ekonomis. Menurutnya dukungan orang terdekat akan sangat berpengaruh terhadap pengembangan minat dan bakat yang ada.
“Waktu itu orangtua melarang, katanya seni tidak ada manfaat, buang-buang waktu. Tapi saya menguatkan hati untuk tetap melanjutkan hobi saya ini hingga saya mampu membuktikan ke mereka kalau seni itu indah dan bernilai jual tinggi” tambahnya.

Keberhasilan Lani terbilang tidak mudah, karena membutuhkan motivasi yang kuat dari dalam diri. Dengan adanya motivasi ini, akan membuat sebuah usaha menjadi maju dan tetap eksis.
“Harapan saya teman-teman muda yang mulai merintis usaha agar tetap semangat, sebanyak apapun tantangan yang kita hadapi, kita harus tetap punya motivasi dan jangan mundur, terus maju untuk mengembangkan usaha kita. Karena kita sendiri yang akan merasakan hasilnya, jika kita bertahan” tegasnya.
Semua produk aksesoris Lucule ini dapat dibeli di arena Car Free Day ataupun melalui media social Instagram Lucule dengan harga mulai dari lima ribu rupiah. Sementara untuk jasa sketsa wajah dipatok dengan kisaran harga 20 ribu sampai 50 ribu rupiah, tergantung tingkat kesulitan dari gambar yang dibuat. (JR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....