UMKM Kreasi Bersama Berdayakan Perempuan Desa Loko Kalada
- 30 Mar 2026 17:10 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Kelompok usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di desa kini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat lokal. Berbagai bahan baku seperti pisang, singkong, hingga talas diolah menjadi keripik dengan cita rasa khas yang diminati pasar.
Seperti yang dilakukan perempuan-perempuan dari kelompok usaha Kreasi Bersama, Desa Loko Kalada, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya. Pendiri kelompok usaha, Marselina Wada mengatakan usaha stik pisang berawal dari keinginannya untuk memberdayakan perempuan desa agar mandiri secara ekonomi.
"Waktu itu saya berinisiatif untuk mendukung ekonomi masyarakat yang ada di desa dan saat ada pelatihan dari CIS Timor, saya langsung membentuk kelompok. Saya rekrut ibu-ibu yang hanya tinggal di rumah mengurus dapur sehingga mereka punya penghasilan untuk membantu ekonomi keluarga," kata Marselina Wada kepada RRI Kupang, Senin 30 Maret 2026.
Marselina mengatakan kelompok usaha Kreasi Bersama juga melibatkan penyandang disabilitas yang ada di desa untuk terlibat dalam proses produksi. Baik bahan utama atau hasil olahan, dipasarkan di wilayah sekitar desa, sehingga mampu mendorong perputaran uang di tingkat lokal.
"Jadi bahannya seperti pisang dan ubi itu kita ambil dari masyarakat di desa, jadi tidak lagi dijual keluar atau orang-orang datang membeli di desa. Sehingga perputaran uang di dalam desa tetap terjadi," ujar Marselina Wada.
Perempuan yang juga bertugas sebagai sekretaris desa Loko Kalada mengatakan dengan menjual produk olahan lebih memiliki nilai jual. Selain itu, biaya produksi relatif lebih hemat karena tidak lagi mengeluarkan biaya transport untuk menjual pisang atau ubi yang telah diolah.
"Ketika ibu-ibu menjual pisang 1 tandan isi 10 sisir di pasar dengan harga yang sangat murah hanya Rp40.000 saja, belum biaya ojek. Jadi kami mulai mengubah, kita lebih berkreasi lagi dengan jual pisang yang diolah untuk memiliki nilai jual yang tinggi," ujar Marselina Wada.
Kelompok usaha Kreasi Bersama terus berupaya mengembangkan produk-produk olahan menggunakan dengan menggunakan peralatan yang dapat menunjang hasil produksi. Bersama anggota kelompok usaha, Marselina bermimpi memiliki rumah produksi sendiri agar proses pengolahan dapat dilakukan secara lebih maksimal dan higienis.
"Harapannya bisa punya peralatan sehingga hasil produksi lebih menarik dan jadi daya tarik buat pembeli. Berharap nanti punya rumah produksi sendiri sehingga tidak perlu lagi masak pakai tungku atau minyak tanah," ucap Marselina Wada.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....