Pasu-Pasu Coffee: Kopi, Cerita, Inspirasi

  • 13 Feb 2026 16:55 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor kopi terus tumbuh di Kota Kupang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap minuman kopi. Kondisi tersebut mendorong pelaku usaha lokal menghadirkan berbagai inovasi rasa dan konsep untuk menjawab kebutuhan konsumen sekaligus bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat.

Salah satu pelaku UMKM kopi di Kota Kupang, Pasu-Pasu Coffee, mengusung nilai filosofi dalam pengembangan usahanya. Pemilik Pasu-Pasu Coffee, Wilmar Da Lopez, mengungkapkan makna di balik nama usaha kopi yang dirintisnya dalam obrolan Teras UMKM Pro 4 RRI Kupang, Jumat, 13 Februari 2026.

Wilmar menjelaskan, dalam bahasa Batak, pasu-pasu berarti berkat atau restu dari Tuhan. Nama tersebut dipilih sebagai doa dan harapan atas peluang membuka usaha kopi di Kota Kupang, sekaligus menjadi pengingat agar usaha yang dijalankan dilandasi rasa syukur dan nilai keberkahan. Ia menuturkan, Pasu-Pasu Coffee mulai dirintis sejak Juli 2025. Sejak awal merintis usaha, Wilmar berupaya mendalami karakter dan cita rasa kopi agar dapat menghadirkan sajian yang sesuai dan maksimal bagi konsumen.

Upaya tersebut tidak terlepas dari pengalaman Wilmar melakukan penelitian kopi di Desa Colol pada 2017. Saat itu, ia menetap selama satu bulan untuk mempelajari proses pengolahan kopi secara langsung serta mengenali jenis-jenis kopi yang memiliki kualitas baik.

Dalam proses pengembangan produk, Wilmar mengaku terbuka terhadap setiap masukan dari pelanggan. Ia menerapkan prinsip “menutup mulut dan membuka telinga selebar-lebarnya” dalam menerima kritik. Menurutnya, kritik yang bersifat membangun menjadi bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas dan menghadirkan kopi terbaik versi Pasu-Pasu Coffee.

Selain menyajikan minuman kopi, Pasu-Pasu Coffee juga menawarkan berbagai varian minuman nonkopi. Saat ini, menu yang paling diminati pelanggan adalah varian Avo Mi dan Avo Cino. Ke depan, Wilmar berencana menambah varian minuman serta menghadirkan camilan atau snack guna melengkapi sajian yang ditawarkan. Dalam kesempatan tersebut, Wilmar juga mengungkapkan rencana pengembangan usaha dengan membuka kedai kopi permanen. Selama ini, Pasu-Pasu Coffee masih menjalankan konsep penjualan kopi keliling di Kota Kupang.

Ia pun berpesan kepada para pelaku UMKM lainnya untuk tetap konsisten dan tidak mudah menyerah dalam menjalankan usaha. Menurut Wilmar, konsistensi merupakan kunci utama dalam membangun usaha, sebagaimana pepatah Thailand yang ia pegang, “tidak ada kemuliaan tanpa penderitaan.” (TT)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....