PGI Serukan Kehidupan Toleransi di tengah Keberagaman NTT
- 26 Mei 2026 14:06 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Pdt. Jacklevyn Manuputty mengatakan, PGI membawa pulang pengalaman penting tentang kehidupan toleransi, persaudaraan lintas iman, dan relasi masyarakat pesisir dengan alam serta laut selama enam hari kegiatan berlangsung di Alor. Ia menuturkan hal ini pada perayaan puncak Hari Ulang Tahun ke-76 Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) di GMIT Pola Tribuana Kalabahi, Senin, 25 Mei 2026.
“Kami datang, kami dengar, kami rasakan, dan kami membawa pulang nilai-nilai persaudaraan serta cinta kasih yang luar biasa dari Alor,” kata Jacklevyn. Ia menyebut masyarakat Alor memberi pelajaran penting bahwa kehidupan keberagaman tidak cukup dibicarakan, tetapi harus dihidupi dalam keseharian.
Menurutnya, pengalaman tinggal bersama warga membuat peserta merasakan langsung kehidupan masyarakat Alor yang sederhana namun kuat dalam menjaga persaudaraan. “Event gereja bukan ruang pertemuan elit, tetapi harus menjadi ruang perayaan umat,” ujarnya.
Jacklevyn juga menyoroti pentingnya perhatian gereja terhadap isu kemaritiman, krisis ekologi, dan kehidupan masyarakat pesisir. Ia menyebut Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia harus kembali memandang laut sebagai ruang kehidupan bersama, bukan sekadar wilayah ekonomi.
“Kami datang ke Alor untuk belajar bagaimana masyarakat pesisir memaknai laut sebagai sumber kehidupan dan ruang persaudaraan,” katanya. Selain itu, Jacklevyn mengingatkan tantangan global yang sedang dihadapi dunia, mulai dari krisis iklim, konflik global, persoalan pangan, hingga ancaman disinformasi akibat perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan.
“Kebenaran hari ini sering ditentukan algoritma dan jumlah pengikut media sosial, bukan lagi oleh substansi kebenaran itu sendiri,” ujarnya. Ia berharap gereja tetap menjadi ruang yang menjaga nilai kemanusiaan, kejujuran, dan perdamaian di tengah perubahan zaman.
Wakil Ketua Majelis Sinode Harian Gereja Masehi Injili di Timor Pdt. Saneb Y. Ena Blegur mengatakan masyarakat Alor berhasil menunjukkan praktik toleransi yang hidup dan nyata selama pelaksanaan sidang serta perayaan HUT PGI. “Di Alor toleransi tidak diseminarkan dan tidak di-workshop-kan, tetapi dihidupi,” kata Saneb.
Ia menyebut masyarakat menerima peserta bukan sekadar sebagai tamu, melainkan keluarga. Banyak warga membuka rumah untuk tempat tinggal peserta selama kegiatan berlangsung.
Menurutnya, kebersamaan yang terbangun selama kegiatan memperlihatkan wajah gereja yang dekat dengan masyarakat dan kehidupan sehari-hari. “Kami percaya peserta pulang bukan hanya membawa dokumen persidangan, tetapi juga membawa energi baru tentang persaudaraan dan keutuhan ciptaan,” ujarnya.
Perayaan HUT ke-76 PGI di Alor juga diisi pertunjukan seni budaya, tarian lego-lego, keterlibatan lintas agama, serta partisipasi pelaku UMKM lokal yang memperlihatkan kuatnya relasi sosial masyarakat pesisir di Kabupaten Alor. (rlshms/at)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....