Fatubena Jadi Pusat Baru Kebangkitan Pramuka Kupang
- 23 Apr 2026 20:45 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang — Pemerintah Kota Kupang mulai mengarahkan kebangkitan gerakan kepanduan secara terukur, ditandai dengan reaktivasi Jambore Cabang setelah 26 tahun vakum serta penetapan Bumi Perkemahan Fatubena sebagai sentra permanen kegiatan kepramukaan. Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, saat membuka Jambore Cabang VI, Kamis, 23 April 2026, menegaskan bahwa agenda ini bukan kegiatan seremonial, melainkan bagian dari desain pembinaan generasi muda berbasis karakter, kepemimpinan, dan ketahanan sosial.
“Ini adalah restart sistem pembinaan pramuka di Kota Kupang. Kita mulai dari penguatan basis lahan, kegiatan, hingga kualitas pembina,” kata Serena. Fatubena Diproyeksikan Jadi Kawasan Kepanduan Terintegrasi
Pemkot menetapkan kawasan Fatubena seluas ±6 hektare dengan pembagian fungsi yang spesifik: 3 hektare zona perkemahan aktif (kegiatan jambore, pelatihan, simulasi), 3 hektare zona konservasi (edukasi lingkungan dan ketahanan ekologi). Model ini diposisikan sebagai pilot project pengembangan kawasan kepanduan berbasis lingkungan di NTT, yang mengintegrasikan pelatihan karakter dengan edukasi keberlanjutan.
Ketua Kwarda NTT, Sinun Petrus Manuk, menilai pendekatan tersebut sebagai langkah maju. “Tidak banyak daerah menyiapkan lahan khusus dengan konsep terstruktur seperti ini. Ini bisa jadi benchmark untuk kabupaten/kota lain,” ujarnya.
Seleksi Kontingen: 16 Orang ke Jambore Daerah Jambore Cabang VI yang berlangsung 22–25 April 2026 diikuti 430 peserta penggalang, didampingi 52 pembina dan didukung 75 panitia. Dari total peserta, akan dilakukan seleksi ketat: 8 putra + 8 putri terbaik.
Diproyeksikan menjadi kontingen resmi Kota Kupang akan mengikuti pemusatan latihan lanjutan (training camp) sebelum tampil di Jambore Daerah Juli 2026. Ketua panitia, Dedy M. M. Ballo Wangge, menekankan bahwa indikator penilaian tidak hanya teknis kepramukaan, tetapi juga kepemimpinan, kerja tim, dan ketahanan mental.
Target Lebih Besar: Tuan Rumah Jambore Daerah
Kota Kupang juga dipastikan menjadi tuan rumah Jambore Daerah ke-10 tingkat Provinsi NTT. Event ini akan menghadirkan mayoritas kwartir cabang se-NTT dan menjadi panggung uji kesiapan infrastruktur serta kualitas pembinaan pramuka di ibu kota provinsi.
Pemerintah Kota Kupang di bawah Christian Widodo menempatkan momentum ini sebagai bagian dari strategi pembangunan SDM non-formal, terutama dalam menghadapi tantangan sosial di era digital.
Reaktivasi Setelah 26 Tahun Vakum
Fakta bahwa jambore terakhir digelar pada tahun 2000 menjadi indikator stagnasi panjang yang kini coba diakhiri. Reaktivasi ini membawa dua misi utama: Revitalisasi organisasi Gerakan Pramuka di tingkat kota Rebranding pramuka sebagai ruang aktualisasi generasi muda yang adaptif dan produktif.
Dengan pendekatan yang lebih sistematis mulai dari penyediaan infrastruktur, desain program, hingga jalur kompetisi berjenjang Pemkot Kupang menargetkan gerakan pramuka kembali menjadi pilar pembinaan karakter generasi muda di daerah. (As)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....