Anggrek: Tanaman Hias yang Memiliki Manfaat Medis

  • 18 Nov 2024 13:12 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang: Anggrek merupakan tumbuhan yang termasuk dalam suku Orchidaceae dengan jumlah jenis terbanyak di dunia yaitu sekitar 25.000 jenis. Menurut theconversation, Indonesia merupakan negara yang memiliki jenis anggrek terbanyak di dunia, dengan 5.000 spesies anggrek yang tersebar di berbagai wilayah.

Selain sebagai tanaman hias yang populer, anggrek juga memiliki manfaat kesehatan, seperti mengobati peradangan dan infeksi. Jenis anggrek yang dikenal memiliki khasiat sebagai tanaman obat adalah Dendrobium crumenatum (Anggrek merpati) yang biasanya hidup menempel di bebatuan atau pohon di daerah yang beriklim tropis.

Spesies anggrek ini memiliki metabolit sekunder atau senyawa kimia tanaman yang berfungsi sebagai pertahanan atau adaptasi terhadap lingkungan sekitar. Kandungan alkaloid dan flavonoid pada anggrek memiliki manfaat sebagai antioksidan, antikanker dan juga neuroprotektif.

Anggrek merpati kerap digunakan untuk meredakan demam, pengobatan luka bakar dan pencegahan infeksi. Manfaat inilah yang terus menjadi perhatian dalam dunia medis dan dapat menjadi alternatif baru untuk pengobatan.

“Terkait anggrek spesies yang kita jadikan subjek penelitian adalah jenis anggrek yang tersedia abundan atau banyak di alam, karena kita juga mensuport konservasi anggrek itu sendiri. Dari jumlah ini kita akan memprofiling metabolik sekundernya seperti apa, karena penelitian ini bukan untuk memanfaatkan anggrek secara tradisional tetapi harus berdasarkan data bahwa anggrek ini memiliki tingkat keamanan atau uji klinis yang dapat digunakan sebagai obat”, ujar peneliti dari Pusat Riset Botani Terapan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Latifa Nuraini.

Melihat manfaat obat dalam tanaman anggrek, diperlukan riset medis lanjutan yang saat ini masih terbatas. Kelangkaan beberapa spesies anggrek juga menjadi tantangan untuk pengembangan dalam penelitian, sehingga melalui riset yang dilakukan oleh BRIN, kelestarian tanaman ini dapat dijaga melalui konservasi bioteknologi seperti kultur jaringan atau teknik perbanyakan tanamanan sehingga keberadaannya tidak punah di alam. (JR)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....