Rp200 Juta Digelontorkan untuk Sepak Bola Muda
- 06 Okt 2026 07:39 WIB
- Kupang
Poin Utama
- Pemkot Kupang mengalokasikan hibah Rp200 juta untuk mendukung liga sepak bola usia dini ASKOT PSSI Kota Kupang.
- Kompetisi menyasar kelompok U-13, U-15, dan U-17 sebagai fondasi regenerasi pesepak bola.
- ASKOT PSSI diminta memastikan talenta muda berkembang dan hak-hak atlet dipenuhi secara layak.
RRI.CO.ID, Kupang - pembinaan sepak bola usia dini sebagai salah satu fondasi pembangunan prestasi olahraga daerah. Komitmen itu diwujudkan melalui dukungan hibah sebesar Rp200 juta kepada Asosiasi Kota (ASKOT) PSSI Kota Kupang untuk penyelenggaraan liga kelompok usia Dini.
Dukungan tersebut disampaikan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menerima audiensi jajaran ASKOT PSSI Kota Kupang di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Senin, 5 Oktober 2026.
Liga usia dini yang mendapat dukungan pemerintah mencakup kelompok U-13, U-15, dan U-17. Kompetisi tersebut dinilai penting sebagai ruang untuk menemukan, mengasah, sekaligus menjaga kesinambungan talenta sepak bola Kota Kupang.

Menurut Christian, investasi olahraga harus dimulai dari pembinaan paling dasar. Pemerintah tidak ingin perhatian terhadap sepak bola hanya muncul ketika menghadapi kompetisi besar, tetapi harus dibangun melalui proses pembinaan yang berkelanjutan.
“Selama anggaran ada, pasti kami bantu. Namun, saya minta perencanaannya rasional agar cabang olahraga lain juga mendapatkan perhatian yang seimbang,” ujar Christian.
Ia menekankan, dukungan anggaran harus disertai perencanaan yang matang dan tata kelola yang sehat. Pengelolaan program olahraga harus efisien, proporsional, serta tidak menimbulkan persoalan administrasi maupun revisi anggaran berulang.
Christian juga meminta ASKOT PSSI memastikan kompetisi usia dini tidak sekadar menjadi agenda pertandingan, tetapi menjadi bagian dari sistem pembinaan atlet.
Setiap talenta muda, menurut dia, harus memperoleh kesempatan berkembang dan mendapatkan hak secara layak. Terlebih, Kota Kupang telah memiliki infrastruktur olahraga yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pembinaan.
“Kembangkan terus bakat-bakat muda ini dan berikan hak-hak mereka secara layak. Kita punya infrastruktur yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang atlet,” katanya, menegaskan.
Selain pembinaan usia dini, Pemkot Kupang mendorong penguatan persiapan kontingen menuju El Tari Memorial Cup (ETMC). Untuk menghadapi kompetisi tingkat provinsi tersebut, ASKOT PSSI diminta memperkuat manajemen tim dan membangun kolaborasi dengan dunia usaha serta komunitas pencinta sepak bola.
Christian menilai keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar pembiayaan dan pengelolaan tim tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah.
“Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi olahraga, komunitas dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk memperkuat manajemen tim,” katanya.
Pada kesempatan itu, Christian juga menyampaikan selamat bertugas kepada Dicson Caverius Haba sebagai Plt. Ketua ASKOT PSSI Kota Kupang. Ia berharap proses menuju kepengurusan definitif dapat berlangsung kondusif dan memperkuat soliditas organisasi.
Sementara itu, Plt. Ketua ASKOT PSSI Kota Kupang Dicson Caverius Haba melaporkan bahwa kompetisi kelompok usia U-13, U-15, dan U-17 telah bergulir. Agenda lanjutan kompetisi dijadwalkan berlangsung pada 14 November 2026.
Dukungan Rp200 juta tersebut menjadi sinyal bahwa strategi pembangunan sepak bola Kota Kupang diarahkan pada regenerasi. Prestasi tidak hanya dikejar melalui turnamen, tetapi dibangun sejak usia dini melalui kompetisi rutin, pembinaan terukur, manajemen organisasi yang sehat, dan dukungan ekosistem olahraga. (As)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....