Era Baru Les Bleus, Zinedine Zidane Resmi Gantikan Didier Deschamps

  • 22 Jul 2026 08:10 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Era Didier Deschamps bersama Timnas Prancis akhirnya resmi berakhir. Setelah lebih dari satu dekade mengukir sejarah bersama Les Bleus, tongkat estafet kini beralih kepada sosok yang telah lama dinantikan publik Prancis, yakni Zinedine Zidane.

Penunjukan Zidane bukanlah sebuah kejutan. Sejak Deschamps mengumumkan bahwa dirinya akan meninggalkan kursi pelatih setelah Piala Dunia 2026, nama Zidane selalu menjadi kandidat terdepan untuk melanjutkan kepemimpinan tim nasional. Berbagai laporan media Eropa menyebutkan bahwa kesepakatan telah tercapai dan Zidane akan memulai era barunya bersama Prancis dalam waktu dekat.

Didier Deschamps meninggalkan warisan yang sangat sulit ditandingi. Selama menangani Timnas Prancis sejak 2012, ia berhasil mengubah Les Bleus menjadi salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia.

Dengan berbagai pencapaian seperti meraih juara Piala Dunia 2018, Runner-Up Euro 2016, Juara UEFA Nationals Leauge, Runner-Up Piala Dunia 2022, dan menembus semi final 2026, Deschamps menjadi salah satu pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola Prancis.

Sebagai pemain, Zidane adalah ikon sepak bola Prancis. Ia membawa negaranya menjuarai Piala Dunia 1998 lewat dua gol di final melawan Brasil, kemudian memenangkan Euro 2000. Namanya bahkan dianggap sebagai salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa.

Kesuksesan Zidane juga berlanjut ketika berkarier sebagai pelatih.

Bersama Real Madrid, ia mencatatkan prestasi luar biasa Tiga gelar Liga Champions secara beruntun (2016, 2017, 2018), Dua gelar La Liga, Dua Piala Dunia Antarklub, dan Dua Piala Super Eropa.Total 11 trofi hanya dalam dua periode melatih klub raksasa Spanyol tersebut.

Prestasi itu membuat banyak pihak percaya bahwa Zidane memiliki kapasitas untuk membawa Prancis kembali menjadi juara dunia.

Meski memiliki reputasi besar, tugas Zidane tidak akan mudah.

Generasi emas Prancis mulai memasuki fase transisi. Beberapa pemain senior telah meninggalkan tim nasional, sementara pemain muda seperti Rayan Cherki, Warren Zaïre-Emery, hingga Désiré Doué mulai diproyeksikan menjadi tulang punggung baru.

Di sisi lain, Kylian Mbappé masih akan menjadi pusat permainan Les Bleus. Kemampuan Zidane mengelola ruang ganti yang dipenuhi banyak bintang akan menjadi salah satu faktor penentu kesuksesannya.

Selain itu, publik Prancis tentu berharap Zidane tidak hanya mempertahankan prestasi Deschamps, tetapi juga menghadirkan gaya bermain yang lebih atraktif.

Selama beberapa tahun terakhir, Deschamps kerap mendapat kritik karena gaya bermain Prancis yang dianggap terlalu pragmatis meskipun efektif.

Sebaliknya, Zidane dikenal sebagai pelatih yang mampu memadukan keseimbangan antara disiplin bertahan dan kreativitas menyerang. Filosofi tersebut diharapkan mampu mengembalikan identitas sepak bola Prancis yang lebih menghibur tanpa kehilangan mental juara.

Pengalaman menangani pemain-pemain kelas dunia seperti Cristiano Ronaldo, Luka Modrić, Karim Benzema, Sergio Ramos hingga Toni Kroos menjadi modal berharga bagi Zidane untuk membangun generasi baru Les Bleus.

Target terbesar Zidane tentu bukan sekadar lolos ke turnamen besar.

Federasi Sepak Bola Prancis berharap sang legenda mampu mengantar Les Bleus kembali mengangkat trofi Piala Dunia pada edisi 2030, sekaligus mempertahankan status Prancis sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola internasional.

Jika berhasil, Zidane akan mengikuti jejak langka sebagai sosok yang sukses mengukir sejarah luar biasa, baik sebagai pemain maupun pelatih tim nasional.

Kini, seluruh mata pecinta sepak bola tertuju pada satu nama. Setelah bertahun-tahun menjadi simbol kejayaan Prancis di atas lapangan, Zinedine Zidane akhirnya mendapat kesempatan untuk menulis babak baru dari pinggir lapangan.

Pertanyaannya, mampukah "Zizou" membawa Les Bleus kembali ke puncak dunia? Waktu yang akan menjawabnya.(TP)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....