Mengapa Hooligan Identik dengan Stone Island?

  • 17 Mar 2026 08:37 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang-Dalam dunia sepak bola Eropa, terutama di Inggris, istilah hooligan sering dikaitkan dengan gaya berpakaian tertentu. Salah satu merek yang paling sering muncul dalam citra tersebut adalah Stone Island. Jaket dengan logo kompas di lengan ini seakan menjadi simbol tidak resmi dari sebagian kelompok suporter garis keras.

Fenomena ini bermula pada akhir 1970-an hingga 1980-an di Inggris, ketika muncul budaya suporter yang dikenal sebagai casuals culture. Para hooligan mulai meninggalkan atribut klub seperti jersey, syal, atau warna tim. Sebagai gantinya, mereka memakai pakaian kasual bermerek mahal agar tidak mudah dikenali polisi saat bepergian ke pertandingan tandang. Selain itu, pakaian tersebut juga menjadi penanda status di dalam kelompok mereka.

Pada masa itulah merek Stone Island, yang didirikan oleh desainer Italia Massimo Osti pada tahun 1982, mulai populer. Jaket Stone Island dikenal memiliki bahan inovatif, desain yang terinspirasi dari gaya militer, serta patch kompas yang ikonik di bagian lengan. Desain yang kuat dan berbeda membuatnya cepat menarik perhatian para penggemar sepak bola Inggris.

Para suporter yang sering mengikuti pertandingan klubnya ke Eropa membawa pulang pakaian dari berbagai merek premium, termasuk Stone Island. Lama-kelamaan merek tersebut menjadi simbol gaya bagi kelompok casuals. Beberapa suporter klub besar seperti Liverpool F.C., Manchester United F.C., dan Chelsea F.C. turut mempopulerkan tren ini.

Seiring waktu, citra Stone Island semakin melekat dengan subkultur hooligan. Film, dokumenter, dan pemberitaan tentang kekerasan suporter sering menampilkan pakaian tersebut, sehingga asosiasinya semakin kuat di mata publik.

Namun penting dicatat, Stone Island sendiri bukanlah merek yang dibuat untuk hooligan. Ia adalah brand fashion premium yang dipakai berbagai kalangan di seluruh dunia. Hubungannya dengan hooligan lebih merupakan hasil dari perkembangan budaya suporter sepak bola di Inggris pada era 1980-an.(TP)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....