Kabupaten Kupang Daerah Dengan Angka Tertinggi Pernikahan Dini
- 28 Nov 2022 13:24 WIB
- Kupang
KBRN, Kupang : Kabupaten Kupang merupakan salah satu Kabupaten dari 22 Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ) dengan angka tertinggi kasus pernikahan anak di bawah umur atau pernikahan dini.
Kepala Dinas Pengendalian Produk keluarga berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kupang Yesay Lanus dalam dialog lintas kupang mengatakan,berdasarkan data ada sekitar 900 ratus ribu lebih anak di bawah umur yang menikah secara dini akibat kecelakaan asusila. untuk menekan maraknya kasus asusila tersebut Pemerintah Kabupaten Kupang telah membentuk program Pusat Informasi Remaja ( PIR ) di setiap sekolah dengan tujuan untuk membahas berbagai permasalahan dikalangan siswa terkait kasus seksual.
“ anak-anak kita mereka membentuk kelompok tersendiri di sekolah-sekolah dan mereka ini berdiskusi secara sendiri-sendiri terkait dengan hal-hal yang berhubungan dengan seksual,faktor-faktor reproduksi sehingga demikian ada hal-hal yang berhubungan dengan maslaha tersebut mereka bisa menghindari “ . kata Yesay Lanus 25/11/2022.
Tugas orang dan masyarakat ujar Yesay Lanus harus terus mensosialisasikan atau mengkampanyekan kepada anak-anak terkait hubungan seksual di luar pernikahan sambil memperhatikan umur yang pas untuk anak kita menikah.
“ karena data kita menunjukkan bahwa kabupaten kupang kurang lebih sekitar sembilan ratus ribu lebih orang yang menikah di bawah umur,sehingga kalau kita tidak memperhatikan masalah secara benar akan menimbulkan permasalahn kemiskinan secara panjang dan berakibat pada kasus stunting” .Ungkap Yesay Lanus.
Luas wilayah kabupaten kupang Provinsi Nusa tenggara Timur ( NTT ) yang hampir mencapai lima ribu meter persegi dengan jumlah penduduk hamp[ir mencapai 400 ribu lebih yang tersebar di 24 kecamatan, 160 desa dan 17 kelurahan ungkap Yesay Lanus Kepala Dinas Pengendalian Produk keluarga berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kupang salah satu inovasi yang di buat adalah membuat aplikasi E-Tapanasi bisa menambung semua infromasi permasalahan masyarakat.
“ Melihat tren kasus asusila yang tiap tahun mengalami peningkatan maka salah satu inovasi yang kami buat ini walaupun belum sempurna tapi kami bermimpi kalau memungkinkan tahun 2023 aplikasi E-Tapanase karena wilayah kabupaten cukup luas dengan topografis berbukit-bukit cukup melalui SMS atau WA semua stackholeder yang memiliki kepentingan pendampingan terhadap perempuan dan anak bisa segera tertangani “ ujar Jesay Lanus.( AL ) ****
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....