Perubahan Iklim Sebabkan Suhu Panas di Tahun 2024

  • 12 Jul 2024 11:50 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang: Layanan pemantauan perubahan iklim Uni Eropa memprediksikan bahwa tahun 2024 akan menjadi tahun terpanas di dunia, dengan melihat perubahan suhu panas yang tercatat pada bulan Juni lalu. Melansir katadata, data terbaru tahun 2024 mengungguli tahun 2023 sebagai tahun terpanas sejak dimulainya pencatatan setelah terjadinya perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia dan fenomena cuaca alam El Nino yang mendorong naiknya suhu.

Perubahan iklim telah menimbulkan konsekuensi bencana di seluruh dunia di tahun 2024. Lebih dari seribu orang tewas karena panas terik selama ibadah haji bulan lalu, bahkan kematian akibat suhu panas tercatat di New Delhi, yang mengalami gelombang panas yang sangat panjang.

Fenonema El Nino membuat permukaan perairan di bagian timur Samudera Pasifik menjadi hangat, sehingga meningkatkan suhu rata-rata global. Dampaknya mereda dalam beberapa bulan terakhir, dan kembali berada dalam kondisi netral sebelum kondisi La Nina yang membuat udara terasa lebih dingin akan terjadi pada akhir tahun ini.

Selain itu, emisi gas rumah kaca dari pembakaran bahan bakar fosil juga menjadi penyebab perubahan iklim. Meskipun banyak negara yang berupaya untuk mengurangi dampak pemanasan global, nyatanya hal ini belum berhasil, dilihat dari suhu yang terus meningkat selama beberapa dekade.

Menurut databoks, per-Juni 2024, Brunei Darussalam menduduki urutan pertama negara dengan rata-rata suhu udara tertinggi secara tahunan yakni 26,9 derajat Celcius, disusul Kamboja di urutan kedua dengan rata-rata suhu tahunan 26, 8 derajat Celcius, dan Singapura ada di posisi ketiga dengan suhu 26,5 derajat Celsius. Sementara Indonesia berada di urutan kelima dengan rerata suhu 25,9 derajat Celcius. (JR)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....