Prevalensi Narkoba 2023: 3,3 Juta Penduduk Indonesia Terpapar
- 26 Jun 2024 16:10 WIB
- Kupang
KBRN, Kupang: Hasil survei prevalensi penyalahgunaan narkoba Tahun 2023 di Indonesia adalah 1,73% atau setara dengan 3,33 juta penduduk yang terpapar narkotika. Dalam sambutan secara virtual pada Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2024 Kepala BNN Republik Indonesia Komjen Pol. Marthinus hukom, S.I.K., M.Si mengatakan, kelompok umur 15 sampai dengan 24 tahun mengalami peningkatan paling signifikan untuk kategori setahun pakai maupun pernah pakai.
“Kejahatan narkotika adalah kejahatan yang merupakan ancaman nyata bagi generasi bangsa. kondisi tersebut tentunya perlu menjadi perhatian kita bersama mengingat kelompok umur ini masuk kedalam kategori usia produktif sebagai motor penggerak pembangunan. Hal ini merupakan ancaman yang serius terhadap keberlanjutan pembangunan, apabila tidak ditanggulangi secara sungguh-sungguh,” ucap Kepala BNN RI, Rabu (26/6/2024).
Dia mengatakan, Indonesia sebagai negara kepulauan yang secara geografis berada pada jalur lalu lintas perdagangan laut dunia dengan garis pantai yang sangat panjang mencapai 108 km, menjadi salah satu penyebab potensi peluang masuknya narkoba dari luar Indonesia.
“Seperti dari wilayah golden triangle, segitiga emas (myanmar, laos, thailand), golden crescent, bulan sabit emas, (iran, afganistan, pakistan) dan golden peacock, burung merak emas, (kolombia, peru, bolivia). Masuknya narkoba tersebut melalui 4 selat malaka, samudera hindia, perairan kalimantan dan perbatasan-perbatasan darat dengan negara tetangga,” jelasnya.
Sejalan dengan tema HANI International, BNN dalam membuat arah kebijakan strategis ke depan akan mendasarkan pada data yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis dan praktis.
“Salah satu acuan yang digunakan adalah survey prevalensi sebagai dasar untuk menentukan arah lima (5) kebijakan yang akan dilakukan dengan pendekatan evidence based policy,” ujarnya.
Tingginya angka prevalensi penyalahgunaan narkoba pada generasi muda diantisipasi dengan pelaksanaan program kegiatan pencegahan yang ditujukan untuk penguatan ketahanan diri remaja dan ketahanan keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat. Sejak tahun 2021 sampai dengan mei 2024 telah terbentuk 1.386 desa bersinar. (CS)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....