Pemkot Kupang Dukung Pesparawi Perdana GMIT

  • 06 Okt 2026 07:37 WIB
  •  Kupang
Poin Utama
  • Pesparawi Sinode GMIT untuk pertama kalinya digelar di Kota Kupang pada 7–9 Oktober 2026.
  • Pemkot Kupang mengalokasikan dukungan dana Rp100 juta untuk pelaksanaan Pesparawi.,
  • Pesparawi tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga wadah membangun persaudaraan serta mengembangkan talenta generasi muda.

RRI.CO.ID, Kupang - Pemerintah Kota Kupang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Pesparawi Sinode GMIT yang untuk pertama kalinya digelar di Kota Kupang pada 7–9 Oktober 2026.

Dukungan pemerintah tidak hanya berupa bantuan dana sebesar Rp100 juta, tetapi juga fasilitas pendukung untuk memastikan perhelatan bertajuk “Simponi Persaudaraan GMIT” tersebut berlangsung tertib dan lancar.

Dukungan itu disampaikan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menerima audiensi Panitia Pesparawi Sinode GMIT di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Senin, 5 Oktober 2026.

Menurut Wali Kota, Pesparawi perdana Sinode GMIT memiliki nilai strategis karena tidak sekadar menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang pengembangan talenta, seni, budaya dan kreativitas generasi muda.

“Ini pertama kali dilaksanakan. Luar biasa. Kita ikut menyumbang Rp100 juta. Ini menjadi bentuk perhatian dari Pemerintah Kota Kupang,” ujar Christian.

Selain bantuan anggaran, Pemkot Kupang menyiapkan tenda dan sekitar 500 kursi, kendaraan operasional untuk pengangkutan peralatan, pengaturan lalu lintas melalui Dinas Perhubungan, dukungan kesehatan dan obat-obatan dari Dinas Kesehatan, serta pelayanan kebersihan selama kegiatan berlangsung.

Christian juga meminta proses administrasi bantuan Rp100 juta dipercepat sesuai ketentuan, sehingga dapat segera digunakan panitia untuk memenuhi kebutuhan pelaksanaan kegiatan.

“Jangan sampai kegiatan sudah selesai baru bantuan diberikan. Teman-teman panitia membutuhkan dukungan untuk membayar kebutuhan kegiatan,” katanya.

Ia menilai Pesparawi menjadi momentum untuk menghimpun generasi muda melalui talenta musik dan seni yang tetap berakar pada kekayaan budaya daerah.

“Rindu kita supaya para pemuda dengan talenta-talenta itu dihimpun. Musik-musik daerah dan kecintaan bernyanyi tradisional dapat dikembangkan, tetapi tetap dalam nuansa rohani,” ujar Christian.

Wali Kota memastikan akan menghadiri pembukaan Pesparawi Sinode GMIT pada 7 Oktober 2026.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Kupang sekaligus Ketua Pesparawi Sinode GMIT, Jeffry Edward Pelt, S.H., menegaskan komitmen jajaran Pemkot Kupang memberikan dukungan maksimal selama kegiatan berlangsung.

Pemkot juga menyiapkan sejumlah lokasi parkir alternatif untuk mengantisipasi peningkatan kendaraan dan penonton, khususnya saat pembukaan. Fasilitas pemerintah di sekitar lokasi kegiatan akan dimanfaatkan sebagai area parkir tambahan guna menjaga kelancaran arus lalu lintas.

Pesparawi Sinode GMIT dipusatkan di kompleks Kantor Sinode GMIT yang baru. Kegiatan mempertandingkan dua kategori, yakni kategori umum dan musik etnik.

Pada kategori musik etnik, peserta akan membawakan lagu-lagu daerah bernuansa rohani dengan menggunakan unsur musik tradisional.

Panitia juga menyiapkan simposium dengan menghadirkan juri dan narasumber tingkat nasional. Forum tersebut diarahkan untuk memberikan edukasi sekaligus memperkaya pengembangan liturgi dan musik gereja.

Pendeta Norman Nenohoni, salah satu panitia, menegaskan Pesparawi tidak semata-mata diarahkan sebagai kompetisi paduan suara, tetapi menjadi ruang membangun persaudaraan dan mengembangkan talenta generasi muda.

Dengan dukungan pemerintah dan keterlibatan berbagai pihak, Pesparawi perdana Sinode GMIT diharapkan tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persaudaraan, kreativitas generasi muda, serta pelestarian seni dan musik etnik NTT dalam nuansa rohani. (As)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....