RRI-Balai Bahasa NTT Sinergi Perkuat Literasi

  • 06 Okt 2026 07:34 WIB
  •  Kupang
Poin Utama
  • RRI Kupang dan Balai Bahasa NTT memperkuat sinergi dalam meningkatkan literasi kebahasaan dan kesastraan masyarakat.
  • Konten kebahasaan dan kesastraan akan dikembangkan sebagai materi edukatif melalui RRI dan platform digital.
  • Momentum Bulan Bahasa dan Sastra 2026 sekaligus menandai 100 tahun frasa “bahasa Indonesia”.

RRI.CO.ID, Kupang - Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia atau LPP RRI Kupang dan Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur memperkuat sinergi untuk meningkatkan literasi kebahasaan dan kesastraan masyarakat.

Sinergi tersebut menjadi hasil audiensi Kepala Balai Bahasa Provinsi NTT, R. Hery Budhiono, S.Pd., M.A., dengan Kepala Stasiun LPP RRI Kupang, Raden Muhammad Yusridarto, S.Sos., M.I.Kom., Senin, 5 Oktober 2026.

Pertemuan tersebut secara khusus membahas dukungan RRI dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra 2026, sekaligus membuka ruang kolaborasi pengembangan dan penyebarluasan konten edukatif mengenai bahasa dan sastra kepada masyarakat.

Kepala Balai Bahasa Provinsi NTT, R. Hery Budhiono, mengatakan RRI memiliki posisi strategis sebagai media publik karena memiliki basis pendengar yang luas, termasuk di wilayah daerah.

Menurut Hery, konten kebahasaan dan kesastraan yang dikembangkan bersama RRI diharapkan menjadi konten edukatif yang mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap bahasa Indonesia maupun bahasa daerah.

“Konten-konten yang insyaallah nanti kami jadikan satu konten kebahasaan dengan RRI juga akan menjadi satu konten unggulan supaya kedua lembaga dapat bersinergi, dapat berkolaborasi dalam memajukan dan mendidik masyarakat,” ujar Hery.

Selain penguatan bahasa Indonesia, Balai Bahasa NTT terus menjalankan program revitalisasi bahasa daerah. Hery menyebut, dari 729 bahasa daerah di Indonesia, sebanyak 12 bahasa daerah di NTT telah direvitalisasi selama empat tahun pelaksanaan program.

Revitalisasi tersebut turut dilakukan melalui penyusunan buku cerita anak dwibahasa, sebagai salah satu upaya memperkenalkan bahasa daerah dan bahasa Indonesia kepada generasi muda.

Hery berharap kolaborasi dengan RRI dapat memperluas dampak program tersebut sekaligus meningkatkan kemampuan literasi masyarakat agar lebih kritis dalam menerima informasi dan tidak mudah terjebak pada berita yang tidak benar.

Sementara itu, Kepala Stasiun LPP RRI Kupang, Muhammad Yusridarto, S.Sos., M.I.Kom., menyambut positif kepercayaan Balai Bahasa NTT untuk menjadikan RRI sebagai media interaksi dengan masyarakat.

Yusridarto menegaskan, penggunaan RRI sebagai ruang edukasi dan komunikasi publik merupakan bagian dari penguatan fungsi media publik dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Semakin kami dibutuhkan oleh publik, semakin efektif peran media publik terhadap masyarakat,” katanya.

Menurut Yusridarto, RRI tidak hanya terbuka bagi Balai Bahasa, tetapi juga bagi berbagai lembaga dan pemangku kepentingan yang membutuhkan media publik untuk menyampaikan agenda edukatif kepada masyarakat.

Sinergi Balai Bahasa NTT dan RRI Kupang berlangsung di tengah momentum Bulan Bahasa dan Sastra 2026, yang diperingati secara istimewa karena menandai 100 tahun frasa ‘bahasa Indonesia’.

Kolaborasi kedua lembaga diharapkan memperkuat literasi publik sekaligus menjaga bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. (As)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....