Yunus Takandewa Dorong Pemanfaatan Dana BTT untuk Kerusakan Pasca Gempa SBD

  • 05 Okt 2026 11:40 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Fraksi PDI Perjuangan, Yunus Takandewa, mendorong Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) segera memanfaatkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk membantu warga terdampak gempa bumi. Yunus mengatakan, berdasarkan koordinasi yang telah dilakukannya dengan Ketua DPRD Sumba Barat Daya serta komunikasi di internal partai, gempa yang terjadi menyebabkan sejumlah rumah dan fasilitas mengalami kerusakan.

“Pak Ketua DPRD memang menyampaikan bahwa pascagempa kemarin pagi itu beberapa rumah memang ada yang rusak, ada yang rusak berat, ada yang rusak ringan. Tetapi memang mayoritas penyintas gempa itu tidak sampai mengungsi. Mereka normal, ada yang tinggal bersama keluarga dan lain-lain,” kata Yunus, Senin 5 Oktober 2026.

Ia meminta Ketua DPRD SBD yang juga merupakan kader PDI Perjuangan untuk mendorong pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera melakukan pendataan terhadap seluruh warga dan bangunan yang terdampak. Menurutnya, pendataan penting dilakukan agar pemerintah dapat memberikan dukungan secara tepat, terutama kepada masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan.

“Saya berharap kepada Pak Ketua DPRD yang juga adalah kader PDI Perjuangan untuk mendorong pemerintah melalui BPBD segera mendata warga yang terdampak. Untuk kemudian pemerintah daerah setempat diminta untuk segera memberikan dukungan kepada penyintas gempa, terutama bagi rumah-rumah yang mengalami kerusakan,” ujarnya.

Yunus menilai pemerintah daerah memiliki ruang untuk memberikan bantuan melalui dana BTT yang memang diperuntukkan bagi kondisi darurat dan kebencanaan. Berdasarkan informasi yang diperolehnya dari Ketua DPRD Sumba Barat Daya, dana BTT yang tersedia di pemerintah daerah dapat digunakan untuk penanganan dampak bencana tersebut.

“Beliau menjamin melalui dana BTT yang ada di pemerintah daerah itu bisa digunakan, karena BTT itu memang dikhususkan bagi keadaan darurat, keadaan bencana dan lain-lain,” ucap Yunus.

Ia mengakui dampak gempa di Sumba Barat Daya tidak sebesar gempa yang sebelumnya terjadi di Flores. Namun, pemerintah daerah tetap perlu bergerak cepat karena terdapat warga yang rumahnya mengalami kerusakan dan membutuhkan perhatian.

“Untuk sementara, melalui pernyataan cepat ini karena memang tidak seberat gempa Flores, artinya tidak sebesar gempa Flores dan tidak sebanyak di Flores yang mengalami ini. Tetapi bagaimanapun karena ini sudah terjadi kejadian di Sumba Barat Daya, diperkirakan sementara sekitar 20-an rumah yang terdampak,” katanya.

Namun, berdasarkan data sementara yang diterimanya, jumlah kerusakan tercatat lebih banyak. Terdapat 1 orang mengalami luka-luka, sementara kerusakan rumah meliputi 1 unit rusak berat, 12 unit rusak sedang, dan 82 unit rusak ringan.

Selain rumah warga, gempa juga berdampak pada fasilitas umum. Tercatat 1 fasilitas mengalami kerusakan sedang dan 15 fasilitas mengalami kerusakan ringan.

Dengan adanya kerusakan tersebut, Yunus meminta Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya tidak menunda penanganan dan segera menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak sesuai hasil pendataan di lapangan. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....