Gubernur NTT Dukung Flobamorata Creative Expo 2026, Perkuat Ekonomi Kreatif
- 30 Sep 2026 10:18 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menyambut baik rencana pelaksanaan Flobamorata Creativ Export (FCE) pada 2-4 Oktober 2026, di Lippo Plaza Mall, Kota Kupang. Menurut Gubernur Melki Laka Lena, kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi daerah berbasis potensi lokal.
Oleh karena itu ia menyampaikan Terima kasih kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bersama jajaran atas rencana pelaksanaan FCE, serta sinergi para pemangku kepentingan untuk memastikan produk-produk unggulan NTT memiliki ruang yang lebih luas untuk berkembang. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan hal tersebut saat menerima kunjungan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, Adidoyo Prakoso di ruang kerja Gubernur NTT, Selasa, 29 September 2026.
Rencana pelaksanaan Flobamorata Creative Expo 2026, sebuah kegiatan yang merupakan hasil sinergi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bersama Pemerintah Provinsi NTT, dalam mendorong penguatan ekonomi kreatif dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM di daerah. Gubernur NTT mengharapkan, FCE 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan dan memperluas penetrasi produk kopi, wastra, dan kuliner NTT ke pasar nusantara hingga mancanegara.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur juga mengajak agar semua pihak dapat terlibat dalam mendorong generasi muda untuk memiliki jiwa wirausaha. Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT Adidoyo Prakoso menjelaskan, FCE 2026 merupakan bentuk rebranding dari kegiatan sebelumnya, yakni Exotic Tenun Fest.
Ia menjelaskan, Dengan konsep yang lebih luas, FCE tidak hanya mengangkat tenun atau wastra tetapi juga menempatkan wastra, kopi, dan kuliner sebagai komoditas unggulan yang merepresentasikan kekayaan budaya, kreativitas, serta potensi alam Nusa Tenggara Timur. Ia menjelaskan FCE 2026 juga dirancang tidak sekadar menjadi ruang promosi dan pemasaran produk UMKM.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem usaha dari hulu hingga hilir, mulai dari peningkatan kapasitas pelaku usaha, pengembangan produk, akses pembiayaan, perluasan pasar, hingga peluang ekspor. Kegiatan ini diharapkan semakin mendorong dukungan berbagai pihak terhadap pengembangan industri kopi dan tenun sebagai bagian dari kekuatan ekonomi kreatif NTT.
Selain penguatan sektor UMKM, FCE 2026 juga menghadirkan berbagai agenda literasi dan edukasi bagi masyarakat. Kegiatan tersebut antara lain talkshow perlindungan konsumen dalam sistem pembayaran, QRIS Experience, sosialisasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah, konsultasi pembiayaan perbankan, perpustakaan keliling, serta bedah buku.
Masyarakat juga akan mendapatkan akses terhadap layanan sosial berupa cek kesehatan gratis dan donor darah sebagai bagian dari upaya menghadirkan manfaat yang lebih luas melalui penyelenggaraan FCE 2026. Menariknya, FCE 2026 juga membawa pesan solidaritas melalui subtema “Boka Ngere Ki, Bere Ngere Ae”, yang dalam bahasa Ende bermakna “Bersama, Saling Peduli, Menguatkan Untuk Bangkit.”
Subtema tersebut menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat NTT, khususnya masyarakat di Pulau Flores yang saat ini tengah menghadapi dampak bencana alam. Semangat tersebut akan diwujudkan melalui donasi dari hasil penjualan produk UMKM selama FCE 2026, lelang tenun khusus yang seluruh hasil penjualannya akan didonasikan kepada masyarakat terdampak bencana, serta kanal donasi melalui QRIS ChariTree.
Seluruh rangkaian FCE 2026 dirancang dengan kerangka 3I+S, yakni impactful, inclusive, integration, dan synergy. Kerangka ini menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan pada berbagai tingkatan agar FCE tidak hanya menjadi kegiatan pameran, tetapi mampu menghasilkan dampak nyata bagi pelaku usaha dan masyarakat.
Dengan semangat “Flobamorata Berkarya, Menuju Perekonomian Berdaya dan Berkelanjutan”, FCE 2026 diharapkan tidak hanya mempertemukan produk dengan pasar, tetapi juga mempertemukan kreativitas dengan peluang, pelaku UMKM dengan pembiayaan, serta potensi daerah dengan jejaring pasar yang lebih luas. (rlshumasntt/at)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....