Duta Rupiah Edukasi Warga Kota Lama Merawat Uang

  • 29 Sep 2026 14:15 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Duta Rupiah Flobamorata 2025–2026, Salsa dan Bella, mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengenali keaslian dan merawat uang rupiah dalam kegiatan kampanye Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah bersama Bank Indonesia Perwakilan Nusa Tenggara Timur di Aula Kantor Kecamatan Kota Lama, Selasa, 29 September 2026.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai cara merawat uang rupiah melalui prinsip 5J, yaitu jangan dilipat, dicoret, diremas, dibasahi, dan distapler.

Duta Rupiah Flobamorata, Salsa, mengatakan, masyarakat perlu mengenali karakteristik rupiah sekaligus memahami cara merawatnya agar uang tetap terjaga kondisinya dan dapat digunakan dalam transaksi sehari-hari.

“Kita harus cinta rupiah dengan mengenali karakteristiknya, kemudian kita juga harus tahu cara merawat uang rupiah,” ujarnya.

Menurut Salsa, uang rupiah yang rusak atau lusuh dapat menyulitkan masyarakat saat melakukan transaksi. Kondisi uang yang tidak layak juga dapat menimbulkan kendala ketika dilakukan penyetoran melalui mesin.

Selain edukasi tentang perawatan uang, masyarakat juga diperkenalkan dengan metode 3D, yaitu dilihat, diraba, dan diterawang, untuk membantu mengenali keaslian uang rupiah.

Ia menjelaskan, masyarakat dapat memeriksa sejumlah karakteristik fisik uang, termasuk tekstur kasar pada bagian tertentu, seperti gambar pahlawan, lambang Garuda Pancasila, dan angka nominal.

“Di uang rupiah ada beberapa tekstur yang terasa kasar, seperti pada gambar pahlawan, burung Garuda, dan nominal,” katanya.

Lebih lanjut, Salsa mengajak masyarakat untuk menunjukkan kebanggaan terhadap rupiah dengan menggunakannya sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia juga mendorong masyarakat menerapkan kebiasaan mengelola keuangan secara bijak melalui kegiatan menabung dan berinvestasi, serta mendukung perekonomian daerah dengan membeli produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

“Kalau kita sudah mencintai rupiah, kita juga harus bangga menggunakan rupiah. Kita juga bisa berhemat dengan menabung, berinvestasi, dan lebih memilih produk-produk lokal,” ujarnya.

Melalui edukasi CBP Rupiah tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kondisi uang, mengenali keasliannya, serta menggunakan rupiah dengan bijak sebagai simbol kedaulatan negara dan alat pembayaran yang sah di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....