Marsiadapari Tandihat Hadirkan Layanan Kesehatan Bagi Warga
- 29 Sep 2026 06:47 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Sumba — Warga Hunian Sementara (Huntara) Tandihat mendapatkan pendampingan kesehatan dan sosial melalui kegiatan Marsiadapari Tandihat 2026, Jumat 25 September 2026. Program yang melibatkan Universitas Indonesia (UI), ILUNI UI, dan Universitas Aufa Royhan (UNAR) tersebut menghadirkan edukasi kesehatan, skrining psikososial, pemeriksaan kesehatan, bakti sosial, hingga penyediaan fasilitas membaca bagi anak-anak.
Kegiatan diawali dengan edukasi mengenai Psychological First Aid (PFA), penyakit degeneratif, dan kesehatan psikologis pascatrauma. Melalui materi tersebut, warga diajak mengenali respons emosional setelah mengalami situasi sulit serta memahami pentingnya menjaga kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.
Penyampaian materi penyakit degeneratif dilakukan menggunakan bahasa Batak Mandailing untuk memudahkan pemahaman masyarakat, terutama kelompok lansia. Warga juga mengikuti skrining gejala PTSD untuk mengenali kemungkinan munculnya gangguan psikologis setelah bencana.
Pendekatan tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil skrining, tetapi juga membuka ruang komunikasi antara warga dan tim pendamping. Ketua Tim Pengmas UI, Assoc. Prof. Dr. Hendra Kaprisma, menegaskan bahwa kesehatan fisik dan psikologis merupakan dua aspek yang saling berkaitan dalam proses pemulihan pascabencana.
Pada layanan berikutnya, warga menjalani pemeriksaan kesehatan mulai dari anamnesis, pengukuran tinggi dan berat badan, lingkar perut, tekanan darah, hingga pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat. Tim juga memberikan penjelasan mengenai hasil pemeriksaan serta langkah sederhana untuk menjaga kesehatan.
Informasi tambahan diberikan melalui leaflet agar warga dapat mempelajarinya kembali setelah kegiatan selesai. Usai pemeriksaan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian paket sembako kepada keluarga di Huntara.
Bantuan tersebut berisi sejumlah kebutuhan pokok dan penunjang kesehatan, seperti beras, minyak, telur, vitamin, mi kuning, roti, gula, dan kopi. Sementara itu, anak-anak mendapatkan dukungan melalui penataan pojok baca di ruang kelas 1–6 sekolah dasar kawasan Huntara yang dilengkapi koleksi buku dan materi edukasi.
Rangkaian Marsiadapari Tandihat 2026 menunjukkan bahwa pendampingan pascabencana dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan yang saling melengkapi. Tidak hanya memberikan layanan kesehatan, tim juga berupaya memenuhi kebutuhan dasar serta menciptakan ruang belajar yang mendukung anak-anak.
Melalui kegiatan tersebut, pengabdian diarahkan untuk hadir bersama masyarakat, mendengarkan kebutuhan mereka, dan mendukung proses pemulihan secara bertahap. (Jl)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....