Menjadi Prajurit, Pengabdian Negara Jadi Prioritas

  • 18 Sep 2026 22:06 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Menjadi prajurit TNI Angkatan Laut membuat Serda Keu Gustavo Pramuallan Nistelrooy dan Serda Bek/W Inggreny M.N.N. Riwu harus siap membagi waktu antara tugas negara dan kehidupan bersama keluarga.

Hal tersebut disampaikan keduanya saat berbincang dalam program Tamu Malam Pro 2 RRI Kupang, Jumat 18 September 2026. Menurut mereka, pengabdian sebagai prajurit tidak hanya berkaitan dengan tugas kedinasan, tetapi juga kesiapan menempatkan kepentingan negara dalam kondisi tertentu.

Inggreny menjelaskan, salah satu hal yang dikorbankan dalam menjalankan tugas sebagai prajurit adalah waktu bersama keluarga. Kondisi tertentu dapat membuat seorang prajurit harus menentukan prioritas ketika tugas kedinasan dan kebutuhan keluarga hadir secara bersamaan.

Dalam situasi tugas yang tidak dapat ditinggalkan, keduanya mengatakan kepentingan negara menjadi prioritas. Hal tersebut menjadi bagian dari konsekuensi ketika seseorang memilih untuk mengabdikan diri sebagai prajurit.

Menurut Inggreny, pengabdian juga tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas. Kepedulian sosial dan keterlibatan membantu masyarakat sekitar menjadi bagian lain dari pengabdian seorang prajurit.

Kehidupan sebagai prajurit juga menuntut kesiapan menghadapi perubahan tugas. Gustavo dan Inggreny menyebut adanya tugas rutin hingga kemungkinan penugasan mendadak seperti patroli, operasi, maupun latihan lapangan.

Di tengah tuntutan tersebut, keduanya tetap mempertahankan aktivitas bela diri. Latihan biasanya dilakukan setelah menyelesaikan pekerjaan kedinasan, dengan pengaturan waktu yang disesuaikan dengan tugas masing-masing.

Bagi keduanya, menjalani tugas sebagai prajurit sekaligus atlet menjadi proses untuk belajar bertanggung jawab, menjaga konsistensi dan tetap menjalankan komitmen terhadap pilihan yang telah diambil. (HM)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....