Bupati Rote Ndao Pastikan Irigasi Ingupapan Bermanfaat bagi Petani

  • 12 Sep 2026 06:56 WIB
  •  Kupang
Poin Utama
  • Bupati Rote Ndao Paulus Henuk melakukan peninjauan langsung ke Kompleks Persawahan Ingupapan untuk memverifikasi manfaat saluran irigasi yang dibangun tahun 2024.
  • Peninjauan mencakup pemeriksaan kondisi saluran pada setiap segmen dan penyusuran aliran air secara menyeluruh di area persawahan.
  • Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berkomitmen memastikan infrastruktur pertanian memberikan manfaat maksimal bagi petani lokal di Desa Nusakdale.

RRI.CO.ID, Rote Ndao - Bupati Rote Ndao Paulus Henuk memastikan saluran irigasi Ingupapan memberi manfaat bagi petani. Hal itu disampaikan setelah meninjau langsung Kompleks Persawahan Ingupapan, Desa Nusakdale, Kamis, 10 September 2026.

Peninjauan dilakukan untuk memverifikasi isu yang berkembang terkait manfaat saluran irigasi yang dibangun pada 2024. Paulus menyusuri aliran air dan memeriksa kondisi saluran pada setiap segmen secara langsung.

“Fasilitas irigasi ini sangat bermanfaat,” tegas Paulus Henuk setelah berdiskusi dengan sejumlah pemilik sawah. Ia mengatakan kesimpulan tersebut juga berdasarkan penilaian petani yang menggunakan fasilitas irigasi tersebut.

Paulus menyebut sebelumnya berkembang berbagai persoalan terkait persawahan Ingupapan di tengah masyarakat. Isu tersebut meliputi pupuk, serangan hama, penyakit tanaman, hingga manfaat pembangunan saluran irigasi.

“Beberapa waktu lalu, kompleks persawahan ini sempat menjadi sorotan publik,” ujar Paulus. Karena itu, ia memilih mengecek langsung kondisi lapangan bersama masyarakat penerima manfaat.

Terkait segmen yang belum dikerjakan, Paulus menjelaskan kondisi tersebut berkaitan dengan sistem pembagian air masyarakat. Sistem yang dikenal sebagai “penggarisan” itu menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan pekerjaan PUPR.

“Jika dipaksakan, dikhawatirkan akan mengganggu proses penanaman yang sedang berlangsung,” jelas Paulus. Menurutnya, pekerjaan harus menyesuaikan jadwal tanam agar aktivitas pertanian masyarakat tetap berjalan.

Paulus juga memastikan tidak terjadi pengurangan volume pekerjaan akibat perubahan segmen pembangunan saluran irigasi. Hasil perhitungan teknis di lapangan justru menunjukkan adanya peningkatan volume pekerjaan.

“Volume pekerjaan tidak berkurang, justru mengalami peningkatan,” ungkap Paulus Henuk. Pemerintah daerah juga mendukung sepenuhnya proses penegakan hukum terkait pembangunan infrastruktur tersebut.

Untuk menyelesaikan segmen tersisa, pemerintah daerah akan mengupayakan dukungan pendanaan pemerintah pusat. Saat ini tersedia sekitar 70 juta rupiah dari Kementerian Pertanian melalui kelompok tani.

Kekurangan anggaran direncanakan melalui APBD 2027 dengan memperhatikan kalender pertanian masyarakat. Pembangunan akan dilakukan setelah panen dan tidak bertepatan dengan jadwal tanam berikutnya. (Radja)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....