Radio Tetap Berperan Membentuk Opini dan Karakter Masyarakat
- 10 Sep 2026 11:39 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Radio tetap memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat meskipun perkembangan teknologi menghadirkan beragam platform digital dan pilihan media. Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Nusa Cendana, Monika Wutun, menilai radio masih memiliki kekuatan karena audiensnya tetap setia sendiri.
Menurut Monika, radio dalam perspektif komunikasi massa memiliki peran besar mempengaruhi kehidupan bangsa, bahkan disebut sebagai kekuatan kelima. "Radio dinyatakan sebagai kekuatan kelima untuk mempengaruhi kehidupan bangsa," kata Monika dalam Wawancara Kupang Pagi Ini di Pro 1 RRI Kupang, Kamis, 10 September 2026.
Monika menjelaskan, kekuatan radio turut ditopang regulasi penyiaran serta penerapan prinsip jurnalistik untuk mencegah hoaks, disinformasi, dan misinformasi. "Ketika semua produk itu dilindungi regulasi dan prinsip jurnalisme diterapkan, kita tidak akan mendapatkan karya-karya bersifat hoaks," ujarnya.
Selain lembaga penyiaran, penyiar dinilai menjadi garda terdepan karena berhadapan langsung dengan pendengar melalui mikrofon setiap hari mereka. Monika menekankan, penyiar harus memiliki etika, mengontrol candaan, serta memilih kata dan intonasi agar pesan dipahami secara tepat. "Penyiar itu adalah garda terdepan dari radio, karena yang menjangkau telinga pendengar adalah para penyiar," ucapnya.
Radio dapat menjadi ruang publik bagi masyarakat menyampaikan pendapat, termasuk persoalan sosial yang kemudian dapat ditindaklanjuti melalui pemberitaan. Menurut Monika, partisipasi masyarakat melalui telepon menjadi langkah awal membangun kesadaran dan mendorong keterlibatan publik masyarakat dalam pembangunan. "Radio bisa menerima pendapat dari masyarakat, baik adanya, karena dia menjadi wadah mengumpulkan hal-hal yang tidak disuarakan," katanya.
Monika mendorong radio terus meningkatkan profesionalisme penyiar melalui latihan dan evaluasi rutin untuk menjaga kualitas siaran di radio. "Walaupun sudah dua puluh tahun menjadi penyiar, kita tetap membutuhkan peningkatan profesionalisme atau keterampilan bagi penyiar," kata Monika.
Memasuki usia 81 tahun, Monika berharap radio mempertahankan komitmen menghadirkan informasi berkualitas sekaligus mendidik dan menghibur masyarakat Indonesia. "Radio memiliki peran karena fungsi radio tidak sekadar memberikan informasi, tetapi juga mendidik, menghibur, dan mentransmisikan budaya," ujarnya, mengakhiri. (DB)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....