Kapolda NTT Minta Orang Tua Tingkatkan Pengawasan Pergaulan Anak
- 31 Agt 2026 13:22 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID. Kupang - Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. Melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., yang secara khusus mengajak para orang tua meningkatkan perhatian dan pengawasan terhadap pergaulan anak, sebagai langkah pencegahan terhadap kenakalan remaja, tawuran, aksi anarkis hingga perusakan fasilitas umum.
Di tanah Flobamora, anak-anak tidak sekadar dipandang sebagai generasi penerus, tetapi sebagai buah hati yang harus dirawat, dilindungi dan dibimbing agar tumbuh menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi keluarga dan masyarakat.
Dalam siaran pers diterima RRI, Senin 31 Agustus 2026,Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., mengajak seluruh orang tua untuk menjadikan keluarga sebagai ruang aman bagi anak untuk tumbuh dan berkembang.
“Anak-anak kita adalah harta yang sangat berharga dan masa depan Flobamora. Karena itu, mari kita jaga mereka dengan kasih sayang, perhatian dan pengawasan. Jangan biarkan mereka mencari jati diri di jalanan atau lingkungan yang salah hingga akhirnya terjerumus dalam tawuran maupun aksi anarkis,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya komunikasi antara orang tua dan anak. Menurutnya, kedekatan emosional akan membuat anak merasa dihargai, didengar dan memiliki tempat yang tepat untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.
“Mari kita hidupkan kembali budaya ‘Duduk Bersama’ di rumah. Luangkan waktu untuk mendengar cerita anak-anak kita, memahami pergaulan mereka dan memberikan arahan dengan cara yang baik. Arahkan mereka kepada kegiatan yang positif dan bentengi mereka dari tindakan yang dapat merusak masa depan,” ujar Kombes Pol Henry.
Melalui Budaya “Duduk Bersama” menjadi bagian penting dari pesan yang disampaikan. Di tengah kesibukan orang tua dan perkembangan teknologi yang membuat anak semakin mudah berinteraksi dengan berbagai lingkungan, waktu berkualitas bersama keluarga menjadi semakin penting.
Duduk bersama tidak harus selalu dalam suasana formal. Percakapan sederhana di rumah, mendengarkan cerita anak sepulang sekolah, menanyakan siapa teman-temannya, memahami kegemarannya hingga memberikan nasihat secara humanis dapat menjadi langkah kecil yang memiliki dampak besar.(VFZ).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....