Mama-Mama dari Hundihopo Rela Tidur di Lapangan Demi Anak
- 30 Agt 2026 17:56 WIB
- Kupang
Poin Utama
- Para ibu dari desa Hundihopo, Kecamatan Rote Timur, rela tidur di lapangan untuk mendukung anak-anak mereka tampil di festival tunas bahasa ibu.
- Acara berlangsung di Lapangan Sepak Bola Christian Nehemia Dillak Ba'a pada Jumat, 28 Agustus 2026, hingga larut malam pukul 23.25 WITA.
- Meski lelah dan menunggu lama, para ibu tetap bersabar karena anak-anak mereka belum mendapat giliran tampil di panggung festival.
RRI.CO.ID, Rote - Sejumlah mama dari Hundihopo, Kecamatan Rote Timur, rela tidur di lapangan demi menunggu anaknya tampil dalam festival tunas bahasa ibu. Mereka bertahan hingga larut malam di Lapangan Sepak Bola Christian Nehemia Dillak Ba’a, Jumat, 28 Agustus 2026.
Hingga sekitar pukul 23.25 WITA, anak-anak mereka belum memperoleh giliran tampil di atas panggung. Meski lelah dan suasana semakin ramai, para mama tetap sabar menunggu kesempatan anak-anaknya.
Jarak Hundihopo menuju Ba’a yang jauh tidak menyurutkan semangat para orang tua tersebut. Mereka datang khusus memberikan dukungan kepada anak-anak yang mengikuti perlombaan.
Pemandangan sejumlah mama yang beristirahat bahkan tidur di tengah lapangan menjadi perhatian masyarakat. Pengorbanan itu menunjukkan besarnya kasih sayang orang tua terhadap perjuangan anak-anak mereka.
“Kasihan anak-anak sekolah dan orang tua yang sudah datang dari jauh,” ujar salah seorang warga. Menurutnya, peserta dan pendamping harus menunggu berjam-jam sebelum memperoleh kesempatan tampil.
Kondisi tersebut menjadi perhatian terhadap pengaturan jadwal perlombaan yang melibatkan anak-anak sekolah. Panitia diharapkan dapat mengevaluasi waktu tampil agar peserta tidak terlalu lama menunggu.
Perlombaan hingga larut malam berpotensi membuat anak-anak kelelahan setelah menempuh perjalanan cukup jauh. Kondisi serupa juga dapat dirasakan orang tua yang harus mendampingi anak selama kegiatan berlangsung.
Pengaturan jadwal idealnya mempertimbangkan waktu istirahat, jarak tempuh, kondisi fisik, dan keselamatan peserta. Dengan demikian, kegiatan tetap meriah tanpa mengurangi kenyamanan anak-anak dan keluarga pendamping.
Di balik kemeriahan panggung, terdapat perjuangan orang tua yang rela menempuh perjalanan dan menunggu berjam-jam. Semua dilakukan demi menyaksikan anak mereka tampil dan memberikan kemampuan terbaiknya.
Bagi para mama, perjalanan jauh dan penantian panjang bukan alasan untuk meninggalkan anak. Sebab, melihat anak berdiri di atas panggung menjadi kebahagiaan yang tidak ternilai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....