Wabup Timotius Tede Raga Buka Muskab PMI Sumba Barat

  • 30 Agt 2026 17:49 WIB
  •  Kupang

RRI .CO.ID, Sumba — Wakil Bupati Sumba Barat, Thimotius Tede Ragga, S.Sos., secara resmi membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sumba Barat di Waikabubak, Rabu 26/8/2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi PMI dalam mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menentukan arah perjuangan untuk lima tahun mendatang.

Dalam sambutannya, Thimotius Tede Ragga mengatakan Muskab memiliki arti strategis bagi keberlangsungan organisasi. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang untuk melakukan evaluasi dan refleksi terhadap kepengurusan sebelumnya, sekaligus merumuskan kebijakan serta program kerja yang realistis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, PMI merupakan organisasi kemanusiaan yang memiliki peran penting dalam membantu masyarakat, terutama saat menghadapi bencana, situasi darurat, krisis kesehatan, pelayanan sosial, penyediaan darah dan berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya. Karena itu, PMI membutuhkan kelembagaan yang kuat, kepemimpinan visioner, relawan tangguh serta semangat pengabdian yang tulus.

Wakil Bupati juga berharap seluruh proses Muskab berlangsung demokratis, terbuka dan penuh semangat persaudaraan. Perbedaan pandangan, katanya, hendaknya tidak menjadi sumber perpecahan, tetapi menjadi kekuatan untuk melahirkan keputusan terbaik bagi kemajuan PMI Kabupaten Sumba Barat.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pengurus PMI Kabupaten Sumba Barat periode 2020–2025, termasuk para relawan dan seluruh pihak yang telah memberikan waktu, tenaga, pikiran serta menghadapi berbagai risiko dalam menjalankan misi kemanusiaan. Pemerintah Kabupaten Sumba Barat, lanjutnya, berkomitmen memperkuat sinergi dengan PMI sebagai mitra strategis pembangunan daerah.

Thimotius mendorong PMI ke depan memperkuat regenerasi relawan, meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana dan pelayanan kemanusiaan, memperluas edukasi kepalangmerahan serta membangun tata kelola organisasi yang transparan, profesional dan akuntabel. Ia berpesan agar seluruh peserta menjunjung tinggi AD/ART PMI dan prinsip kepalangmerahan serta menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. “Jadikan PMI sebagai rumah bersama bagi seluruh insan kemanusiaan di Kabupaten Sumba Barat,” pesannya. (Jl)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....