Setetes Air, PLN Peduli Mengubah Nasib Petani di Naioni

  • 27 Agt 2026 23:50 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Senyum itu kini sering muncul di wajah Sara Manafe (42). Duduk di pematang kebun RT 019/RW 009 Kelurahan Naioni, Kota Kupang, ibu tiga anak ini menatap petak seledri yang menghijau.

Dari tanah kering yang dulu ia kelola seadanya, kini lahir harapan baru dan penghasilan yang dulu tak pernah ia bayangkan. Dulu, air adalah musuh terbesar bagi Sara dan suaminya, Ariason Kase.

Untuk menyiram tanaman, mereka harus membeli air tangki. Sebulan bisa 4 tangki, dengan biaya Rp400.000. Sementara hasil kebun kangkung dan sawi mereka tak sampai Rp1.000.000 per bulan.

“Beban ganda. Mau bertani butuh air, tapi beli airnya bikin rugi,” kata Sara mengenang situasi sebelumnya.

Beban itu sedikit demi sedikit terangkat sejak PLN Peduli masuk. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, PLN UIW NTT menyalurkan bantuan akses air bersih untuk pertanian dan kebutuhan rumah tangga warga Naioni.

Akses air yang dulu mahal, kini mengalir. Sara pun berani mencoba tanaman baru.

Ia memilih daun sup atau seledri, komoditas hortikultura yang harganya stabil dan permintaannya tinggi di pasar Kupang.

"Dulu pendapatan sebulan tidak sampai Rp1 juta karena kepotong beli air tangki. Sekarang, setelah ada bantuan air dari PLN dan kami beralih ke daun sup, penghasilan kami bisa Rp2,5 juta sampai Rp3 juta setiap minggu," ucap Sara, matanya berkaca-kaca.

Lompatan ekonomi itu langsung terasa. Uang panen seledri kini jadi andalan untuk membiayai sekolah tiga anak kandung dan emat keponakan yang ia tanggung.

Kisah Sara bukan satu-satunya. Dominggus Anin, Ketua RT 019 sekaligus Ketua Komite Air Naioni, menyebut bantuan ini mengubah cara warga bertani.

"Dulu kami tidak pernah membayangkan kebun bisa seproduktif ini, dampak ekonominya sangat terasa. Warga yang dulu cuma tanam sayur seadanya karena susah air, sekarang sudah bisa tanam berbagai sayur dan juga melon,"ujarnya.

Dukungan PLN tidak tanggung-tanggung. Melalui TJSL PLN Peduli, PLN UIW NTT membangun rehabilitasi sumur, memasang pompa submersible, dan sistem kelistrikan 2.200 VA.

Untuk distribusi, PLN membangun jaringan perpipaan sepanjang 3.000 meter, reservoir utama 8.300 liter, sambungan rumah untuk air minum, hingga reservoir khusus irigasi. General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistiyono, menegaskan program ini menyasar langsung kebutuhan dasar masyarakat.

"PLN ingin kehadiran kami tidak hanya dirasakan dari nyala lampu, tapi juga dari program pemberdayaan yang berdampak nyata. Bantuan akses air ini kami harap bisa terus mendorong produktivitas petani, menggali potensi ekonomi daerah, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga di NTT," ucap Eko.

Kini, petak kebun Sara bukan lagi sekadar lahan. Ia adalah bukti. Bukti bahwa setetes air dan dukungan yang tepat sasaran bisa mengubah kering menjadi subur, dan susah menjadi sejahtera.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....