Rote Mengajar Dorong Perempuan Berprestasi dan Bangun SDM Daerah

  • 25 Agt 2026 17:36 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Rote - Program Relawan Rote Mengajar 2026 dinilai menjadi ruang kolaborasi untuk membangun sumber daya manusia sekaligus membuka wawasan generasi muda di Kabupaten Rote Ndao. Salah satu relawan, dosen Universitas Citra Bangsa Kupang, Dr. Lanny Isabela Dwisyahri Koroh, S.Pd., M.Hum.

Ketika di Konfirmasi RRI disela sela melaksanakan tugas sebagai Relawan Rote Mengajar di SMA Kristen Siloam Baa Senin, 24 Agustus 2026 mengaku terinspirasi mengikuti program tersebut meski dirinya bukan berasal dari Rote. Lani mengatakan, dirinya mengetahui program Rote Mengajar dari sahabatnya, Pendeta Martha Kedoh.

Setelah mengikuti sejumlah pertemuan melalui Zoom dan pembekalan di Kota Kupang, dirinya semakin yakin untuk terlibat sebagai relawan. Menurutnya, program tersebut menjadi wadah untuk mengajak diaspora maupun masyarakat dari luar Rote ikut berkontribusi membangun daerah.

“Ini bagian dari membangun sumber daya manusia yang ada di Rote. Saya yakin kalau kita mau mencapai titik Indonesia emas nanti, maka dimulai harus dari sini, kembali membangun SDM-SDM yang ada di daerah,” ujar Dr. Lanny Isabela Dwisyahri Koroh, S.Pd., M.Hum.

Dalam kegiatan Rote Mengajar, Lani memberikan materi kepada siswa SMA Siloam dengan menekankan pentingnya pendidikan bagi perempuan. Ia mendorong para siswi untuk tidak menjadikan latar belakang maupun keterbatasan sebagai penghalang dalam meraih prestasi, baik di bidang pendidikan maupun karier.

Ia juga berharap para siswa yang mengikuti kegiatan tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi terinspirasi untuk terus berkembang. Menurut Lani, penguatan karakter generasi muda perlu dilakukan bersama keluarga dengan tetap berakar pada kearifan lokal yang dimiliki Rote Ndao.

Lani berharap program Relawan Rote Mengajar tidak berhenti pada kegiatan tahun ini, tetapi dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan kolaborasi dan jejaring yang semakin kuat. Ia menilai kurikulum Rote Mengajar juga perlu terus dikembangkan dengan mengangkat kearifan lokal sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda.

“Saya sangat berharap program Relawan Rote Mengajar ini tidak berhenti di hari ini saja, tetapi terus berlanjut setiap tahunnya. Kita mulai dari Rote untuk NTT lebih baik, untuk Indonesia lebih baik,” ujarnya. (RH)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....