Ekspedisi Patriot UI Dorong Hilirisasi Pala Zero Papua Barat

  • 25 Agt 2026 17:04 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba - Universitas Indonesia (UI) melalui Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Inovasi Sosial (DPIS UI) kembali berpartisipasi dalam program Tim Ekspedisi Patriot yang diselenggarakan Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia. Program tersebut bertujuan memperkuat pembangunan kawasan transmigrasi melalui riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sebanyak 20 tim UI diberangkatkan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju sejumlah lokus tujuan, termasuk Werianggi-Werabur, Teluk Wondama, Papua Barat. Salah satu tim, yakni Tim 7 UI atau Tim 3 Kementerian Transmigrasi RI, bertolak menuju Manokwari, Papua Barat, sebelum melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Windesi dan kawasan transmigrasi Werianggi-Werabur, Distrik Nikiwar, Kabupaten Teluk Wondama.

Tim yang dipimpin Assoc. Prof. Dr. Hendra Kaprisma tersebut beranggotakan Edelleit Rose, M.Hum., Salsabila Erlindita, S.Hum., Bella Rose Simangunsong, S.Si., Maulana Rizqi, S.E., dan Yusril Ikhtiar M., S.Hub.Int. Mereka akan tinggal dan mengabdi bersama masyarakat selama empat bulan.

Mengusung tema “Hilirisasi Produk Pala Zero-Waste dan Digitalisasi UMKM Wondama Gold”, tim UI akan menjalankan sejumlah program strategis. Program tersebut meliputi penguatan produksi pala zero-waste, digitalisasi UMKM Wondama Gold, Papua Creative Branding Initiative, Sekolah Pesisir “Petani Pala Berkelanjutan”, hingga Festival Pala Wondama.

Berbagai kegiatan itu dirancang untuk membangun ekosistem ekonomi lokal yang berkelanjutan dengan mengoptimalkan potensi unggulan daerah. Pelaksanaan program dilakukan melalui pendekatan kolaboratif Pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat keterhubungan antara riset, kebutuhan masyarakat, pengembangan usaha, serta potensi komoditas lokal. Dengan demikian, hilirisasi pala tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga menciptakan nilai tambah dan peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot, Assoc. Prof. Dr. Hendra Kaprisma, mengatakan program tersebut bukan sekadar ruang pengabdian, melainkan wadah kolaborasi untuk menghadirkan inovasi yang berangkat dari potensi masyarakat. Menurutnya, tim ingin membangun nilai tambah komoditas lokal, memperkuat kapasitas UMKM, serta menghadirkan model pemberdayaan berkelanjutan agar Werianggi-Werabur dapat berkembang sebagai kawasan transmigrasi yang mandiri dan berdaya saing.

Kolaborasi UI, Kementerian Transmigrasi RI, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan warga Werianggi-Werabur. Selain memperkuat pengelolaan potensi pala dan UMKM, program Ekspedisi Patriot juga ditargetkan menjadi model pemberdayaan kawasan transmigrasi berbasis riset, inovasi sosial, serta penguatan potensi lokal yang dapat diterapkan di wilayah lain di Indonesia. (Jl)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....