Gereja dan Pemerintah Perkuat Pemberdayaan Pemuda Rote Ndao
- 23 Agt 2026 21:48 WIB
- Kupang
Poin Utama
- Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menekankan pentingnya kolaborasi antara gereja dan pemerintah untuk memberdayakan pemuda dan mengembangkan ekonomi jemaat di wilayah Rote Ndao.
- Ibadah Talkshow Pemuda Klasis Rote Barat Laut diselenggarakan pada Jumat, 21 Agustus 2026 di GMIT Ebenhaezer Mundek dengan tema 'Dari Lontar ke Masa Depan' yang menarik partisipasi 700-800 pemuda.
- Kegiatan ini menggabungkan ibadah, diskusi, dan sesi tanya jawab untuk membahas strategi pemberdayaan pemuda dan pengembangan ekonomi berkelanjutan di tingkat lokal.
RRI.CO.ID, Rote - Gereja dan pemerintah didorong memperkuat kolaborasi dalam pemberdayaan pemuda serta pengembangan ekonomi jemaat di Rote Ndao. Hal tersebut disampaikan Bupati Rote Ndao Paulus Henuk dalam Ibadah Talkshow Pemuda Klasis Rote Barat Laut.
Kegiatan berlangsung di GMIT Ebenhaezer Mundek, Jumat, 21 Agustus 2026, dengan tema “Dari Lontar ke Masa Depan”. Sekitar 700 hingga 800 pemuda disebut antusias mengikuti diskusi dan sesi tanya jawab.
Paulus mengatakan gereja memiliki peran strategis dalam membangun kemandirian ekonomi jemaat. Menurutnya, pelayanan gereja tidak hanya berkaitan dengan pemberitaan Injil.
“Saya berharap gereja juga menyiapkan ekonomi jemaat,” kata Paulus Henuk. Ia menyebut penguatan ekonomi jemaat dapat meningkatkan kemampuan masyarakat mendukung pelayanan gereja.
Paulus juga mendorong gereja memperluas kolaborasi dengan pemerintah dalam pemberdayaan generasi muda. Menurutnya, sinergi tersebut dapat membuka ruang bagi pemuda mengembangkan pertanian, peternakan, dan usaha lainnya.
Ia menyebut kolaborasi pemerintah, gereja, dan tokoh adat sebagai tiga unsur penting pembangunan Rote Ndao. Konsep tersebut disebut Paulus sebagai Triangle Pembangunan Kabupaten Rote Ndao atau tiga batu tungku.
“Pemerintah, gereja dan adat harus bergerak bersama membangun daerah ini,” tegas Paulus. Ia berharap pola kolaborasi tersebut dapat diterapkan seluruh klasis di Kabupaten Rote Ndao.

Ketua Majelis Klasis Rote Barat Laut Pendeta Yohanis Nehemia Lolok menyambut baik gagasan tersebut. Ia berharap hubungan gereja dan pemerintah terus berjalan baik melalui kegiatan pemberdayaan pemuda.
Selain itu, Klasis Rote Barat Laut juga tengah mempersiapkan keterlibatan mereka dalam perayaan Hari Anak Nasional di Lapangan Ba’a. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung 25 dan 26 Agustus 2026 dengan seminar, pentas seni, dan ibadah anak. (Radja)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....