Pemuda Rote Barat Laut Diajak Jadi Agen Perubahan
- 23 Agt 2026 21:47 WIB
- Kupang
Poin Utama
- Pemuda Klasis Rote Barat Laut GMIT Ebenhaezer Mundek didorong untuk menjadi agen perubahan bagi pembangunan Kabupaten Rote Ndao.
- Ibadah Talkshow Pemuda dengan tema 'Dari Lontar ke Masa Depan' diselenggarakan pada Jumat malam, 21 Agustus 2026, menghadirkan tokoh-tokoh kunci.
- Ketua Majelis Klasis Rote Barat Laut dan Bupati Rote Ndao sama-sama menyampaikan gagasan tentang pentingnya peran pemuda dalam pembangunan daerah.
RRI.CO.ID, Rote - Pemuda Klasis Rote Barat Laut GMIT Ebenhaezer Mundek didorong menjadi agen perubahan bagi pembangunan Kabupaten Rote Ndao. Dorongan itu mengemuka dalam Ibadah Talkshow Pemuda bertema “Dari Lontar ke Masa Depan”, Jumat, 21 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Majelis Klasis Rote Barat Laut, Pendeta Yohanis Nehemia Lolok, sebagai narasumber. Bupati Rote Ndao Paulus Henuk juga hadir menyampaikan gagasan tentang peran pemuda dalam pembangunan daerah.
Pendeta Yohanis menyebut antusiasme pemuda mengikuti kegiatan tersebut sangat tinggi.
Ia memperkirakan sekitar 700 hingga 800 pemuda hadir dalam ibadah talkshow tersebut.
“Kami bersyukur karena kegiatan ini berjalan dengan baik dan antusiasme pemuda sangat luar biasa,” kata Yohanis. Menurutnya, kegiatan ibadah pemuda Klasis Rote Barat Laut digelar setiap dua bulan.
Ibadah talkshow tersebut merupakan kegiatan keempat dari enam agenda yang telah direncanakan Klasis Rote Barat Laut. Yohanis berharap kolaborasi gereja dan pemerintah terus diperkuat dalam membina generasi muda.

Bupati Paulus Henuk mengatakan kegiatan tersebut merupakan inovasi kreatif Klasis Rote Barat Laut. Ia menilai pemuda harus mengambil peran pembangunan sejak sekarang, bukan menunggu masa depan.
“Pemuda adalah masa ini, bukan hanya masa depan,” tegas Paulus Henuk kepada peserta kegiatan. Ia mendorong pemuda berkontribusi melalui keluarga, gereja, masyarakat, lingkungan, hingga pemerintahan.
Paulus juga mengajak pemuda menciptakan lapangan kerja melalui potensi ekonomi yang tersedia di Rote Ndao. Pemerintah, katanya, siap memfasilitasi kelompok pemuda dengan gagasan usaha dan proposal yang jelas.
“Kita tidak harus menunggu selesai kuliah untuk melamar pekerjaan, tetapi pekerjaan bisa diciptakan sendiri,” ujarnya. Menurut Paulus, pemberdayaan ekonomi pemuda penting untuk mempersiapkan kehidupan keluarga mereka kelak. (Radja)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....