Majelis Sinode GMIT Buka Posko Terpadu Ruteng Maumere
- 20 Agt 2026 22:11 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) membuka Posko Terpadu untuk merespons gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penanganan tanggap darurat ini dilakukan melalui kerja sama strategis antara Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Sinode GMIT, dan Klasis Flores Barat.
Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Semuel B. Pandie, dalam suara gembalanya menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat dan jemaat perlu bersatu dalam menghadapi dampak bencana ini. "Duka Flores adalah duka kita semua. Gempa bumi yang terjadi di Flores membawa rasa haru dan kepedihan hati kita, harus menjadi perenungan kita bersama," kata Pdt. Semuel Pandie, Selasa 18/8/2026.
Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Semuel B. Pandie mengimbau jemaat untuk tetap bergotong-royong dan mengutamakan keselamatan jiwa. “Hal pertama yang harus menjadi perhatian kita adalah melakukan apa saja supaya kita selamat. Oleh karena itu, bertolong-tolonglah kamu untuk saling menanggung beban,” ungkapnya.
Menurutnya, bencana gempa flores membutuhkan perhatian. Karena itu Gereja hadir untuk menjadi tempat yang aman bagi mereka yang takut menemukan ketenangan dan mereka yang kehilangan menemukan pertolongan."Jangan mudah percaya atau menyebarkan berita hoaks. Mari kita tetap tenang, waspada, dan saling menjaga," ungkapnya.
Berdasarkan laporan awal koordinasi Sinode GMIT bersama Klasis Flores Lembata dan Klasis Flores Barat, beberapa fasilitas gereja mengalami kerusakan fisik yang tajam. Bangunan yang tercatat terdampak di antaranya Gedung Gereja Ebenhaezer Mbay, Gedung Gereja Getsemani Aimere, Gedung Gereja Ebenhaezer Borong, serta Gedung Aula Gunung Zalmon Labuan Bajo.(anna)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....